4 Kerangka di Banyumas Korban Pembunuhan 2014 Silam, Ini Kronologinya

4 Kerangka di Banyumas Korban Pembunuhan 2014 Silam, Ini Kronologinya

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 27 Agu 2019 17:14 WIB
4 Kerangka di Banyumas Korban Pembunuhan 2014 Silam, Ini Kronologinya
Jumpa pers di Polres Banyumas. Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas - Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan empat orang yang ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di Banyumas. Kempat korban ternyata dihabisi oleh empat anggota keluarganya sendiri pada 2014 silam.

9 Oktober 2014

"Kejadian terjadi pada tanggal 9 Oktober 2014 tepatnya pada siang hari," ujar Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (27/8/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keempat kerangka tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Rasman (63) di kebun yang berada di belakang rumah Misem.

Kini terungkap bahwa para korban merupakan tiga anak dan seorang cucu Misem yakni Supratno (51), Sugiono (46), Heri (41) dan Vivin (24). Mereka dihabisi oleh Saminah yang juga merupakan anak Misem.


Tak sendirian, Saminah beraksi bersama tiga orang anaknya yakni Irfan Firmansyah, Achmad Saputra dan Saniah Roulita.

Bambang mengungkap bahwa saat kejadian, Saminah membawa Misem pergi dari rumah tempatnya tinggal.

"Supaya kondisi rumah yang di TKP itu kosong. Sehingga Bu Misem dibawa ke rumahnya seolah dirawat karena pada saat itu kondisinya sedang tidak sehat," ujar Bambang.

Setelah Misem diungsikan dari rumahnya, dua anak Saminah yaitu Irfan Firmansyah dan Achmad Saputra alias Putra datang ke rumah neneknya. Di sana mereka mendapati pamannya, Sugiono sedang mandi.

"Kemudian (Sugiono) ditunggu. Pada saat keluar, dia (Sugiono) dipukul (oleh dengan menggunakan (besi dongkrak), sekarang kondisinya sudah seperti ini (karatan) karena posisi barang bukti ini dikubur di dekat saluran air sehingga sudah terkikis," jelasnya.


Setelah dipukul oleh Irfan, Sugiono juga dihajar oleh Putra menggunakan tabung gas. Bambang mengungkapkan bahwa keterangan para tersangka dan alat bukti cocok dengan luka yang ditemukan di kerangka Sugiono.

Mayat Sugiono kemudian dibawa ke dalam salah satu kamar di rumah Misem. Irfan dan Putra lalu kedatangan korban kedua yakni Supratno.

"Kemudian datang korban yang kedua adalah saudara Supratno yang pulang dari tempat kerjanya. Dia (bekerja) sebagai pegawai negeri, dan pada saat pulang langsung dihabisi dengan kondisi kerangkanya dan ini bagian kepala bagian tengkoraknya mengalami perkenaan luka (tengkorak belakang) pada saat itu menggunakan besi dan tabung gas 3 kg," imbuh Bambang.

Mayat Supratno kemudian dibawa ke kamar yang sama dimana mayat Sugiono disimpan. Beberapa waktu kemudian datang korban ketiga yakni Heri.


"Dari (bekas luka) korban Heri ini, di bagian belakang samping dan belakang sama. Begitu datang begitu masuk masuk ruang tengah langsung dihabisi," ucapnya.

"Inilah target utama mereka, tiga orang korban. Setelah mereka semua diyakini meninggal ditumpuk di dalam satu kamar dijadikan satu," jelas Bambang.

Namun, hal di luar dugaan para tersangka terjadi. Putri korban Supratno yakni Vivin tiba-tiba datang ke lokasi kejadian. Para pelaku sebetulnya sudah berusaha mencegah Vivin datang dengan cara mengirim SMS melalui ponsel Supratno.

"Supaya tidak pulang, karena supaya tidak jadi korban kembali. Tapi ternyata SMS tidak dibalas keburu sampai duluan begitu sampai ya akhirnya ikut dihabisi," ungkapnya.

"Jadi setiap korban itu mendapat dua jenis pukulan dari dua orang tersangka yang berbeda dari saudara Irfan dan saudara Irfan menggunakan besi dan Putra menggunakan tabung gas 3 kg. Setelah dihabisi ini, keempat korban ini dikuburkan tepat di belakang rumah Ibu Misem," jelasnya.

22 Agustus 2019

Keempat jasad korban ditemukan Rasman (63) dalam kondisi sudah jadi kerangka di kebun belakang rumah Misem. Rasman saat itu tidak yakin dengan benda yang ditemukannya.

24 Agustus 2019

Rasman kemudian menceritakan temuannya ini kepada Saren pada Sabtu (24/8). Keduanya lalu memeriksa kerangka tersebut pada petang hari itu. Temuan tersebut baru dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Desa Pasinggangan.

(arb/sip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads