Dua jalur yang perlu diwaspadai pemudik, yakni Jalan Srandakan dan Jalan Parangtritis.
"Jalur rawan laka lantas di Bantul ada di Jalan Srandakan dan Jalan Parangtritis. Karena kondisi jalan di sana (Jalan Srandakan dan Jalan Parangtritis) lebar dan lurus, jadi bisa memicu pengendara untuk memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi saat melintas," ujar Kasat Lantas Polres Bantul, AKP Cerryn Nova Madang Putri kepada detikcom, Rabu (29/5/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Mengingat dari data yang dimiliki Satlantas Polres Bantul, terhitung sampai April telah terjadi 805 kejadian laka lantas. Jumlah kejadian itu terdiri dari 212 laka tunggal dan 593 diantaranya melibatkan kendaraan lain.
Sedangkan untuk jumlah korban laka sendiri mencapai ribuan orang dengan paling banyak mengalami luka ringan. Adapun rinciannya 1.023 orang mengalami luka ringan dan 43 orang meninggal di lokasi kejadian maupun di rumah sakit.
"Kita sudah dirikan Pos Pelayanan di Jalan Srandakan dan Pos Pengamanan di Jalan Parangtritis, yaitu di Pos Druwo (Ringroad selatan Kecamatan Sewon) dan di (Kecamatan) Kretek. Nantinya di pos-pos itu ada petugas yang berjaga selama 24 jam," ujar Cerryn.
Selain itu, selama Operasi Ketupat Progo 2019 yang berlangsung hari ini, (29/5/2019? hingga 10 Juni mendatang, Satlantas Polres Bantul turut mendirikan pos PAM dan pos Yan di beberapa titik, seperti Simpang Klangon di Kecamatan Sedayu, Simpang Srandakan, Pasar Seni Gabusan, Pos Druwo di Kecamatan Sewon, Pos Ketandan di Kecamatan Banguntapan, Pos Piyungan, dan jalur Cinomati.
"Karena untuk Operasi Ketupat Progo tahun ini kami menargetkan zero accident atau nihil kejadian laka lantas," pungkasnya.
Tonton video Sopir-sopir di Terminal Pulo Gebang Wajib Tes Kesehatan:
(bgk/bgk)