"Saya datang ke mari pertama untuk mengucapkan selamat kepada bapak presiden bahwa rakyat telah menentukan agar supaya karya-karya yang beliau telah laksanakan bisa berkelanjutan dan diamankan untuk generasi penerus. Dan beliau adalah ujung tombak untuk generasi penerus," ujar Habibie di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019).
Habibie berharap Jokowi dapat melanjutkan program pembangunan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BJ Habibie setelah bertemu dengan Jokowi. (Andhika Prasetia/detikcom) |
"Saya ucapkan selamat sama Bapak Presiden Jokowi, bahwa insyaallah beliau bisa melanjutkan program sesuai rencana dan kita semua membantu supaya terlaksana dan nanti pada pemilu lima tahun lagi setiap orang boleh," kata Habibie.
Habibie menegaskan persatuan dan kesatuan di Indonesia adalah harga mati. Habibie juga berbicara soal kerusuhan yang terjadi pada 1998, ketika ia memimpin Indonesia menggantikan Soeharto.
"Apa tidak mengambil risiko menghambat pembangunan? Mengambil risiko bahwa kita bisa diadu domba, pecah, dan lain sebagainya, nggak ada itu. Oke. Dan kalau disamakan dengan keadaan waktu bapak tahun '98, it's not true. Banyak laporan Anda tahu sendiri, tidak ada. Ini ada masalah, loh dua orang-orang, ada yang bilang sama saya, pak kenapa hanya dua itu," ujarnya.
Simak Juga 'Habibie Bertemu Tokoh Nasional Bahas Kondisi Pasca-Pemilu':
(dkp/dhn)












































BJ Habibie setelah bertemu dengan Jokowi. (Andhika Prasetia/detikcom)