Pantauan detikcom, massa awalnya berorasi di depan Masjid Islamic Center, Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/5/2019). Tak berselang lama, mereka beranjak ke kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP/KPU) Lhokseumawe.
Massa juga berorasi di depan kantor KIP. Setelah itu, perwakilan dari mereka dipersilakan menghadap komisioner untuk menyampaikan aspirasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa Aliansi Penyelamat Suara Rakyat menggelar aksi damai di Lhokseumawe, Aceh. (Datuk Haris Molana/detikcom) |
Muslim menyinggung soal KPU yang mengatakan salah input data di Situng. Dia mengingatkan KPU agar berlaku adil.
"KPU harus betul-betul adil dan teliti dalam merekap suara," ujarnya.
Sementara itu, Komisioner KIP Lhokseumawe, Mulyadi, mengaku mengapresiasi langkah masyarakat dalam mengawal Pemilu 2019. Mulyadi menegaskan pihaknya selalu transparan.
"Kami selaku penyelenggara tetap transparan. Kita pun sedang melaksanakan rekapitulasi di tingkat kecamatan. Tentunya terbuka dan disaksikan oleh saksi masing-masing parpol," ujar Mulyadi.
Massa Aliansi Penyelamat Suara Rakyat menggelar aksi damai di Lhokseumawe, Aceh. (Datuk Haris Molana/detikcom) |
Mulyadi menegaskan data Situng KPU yang diunggah di situs resmi bukanlah penentu. Penghitungan resmi adalah rekapitulasi manual.
"Masalah situng yang di-upload di web itu tidak bersifat penentu. Yang menentukan itu tetap hasil rekapitulasi berjenjang, mulai dari TPS hingga nanti ke tingkat KPU," pungkasnya kepada wartawan.
Saksikan juga video 'Berkobar! 7.428 Lembar Surat Suara di Lhokseumawe Dibakar':
(idh/idh)












































Massa Aliansi Penyelamat Suara Rakyat menggelar aksi damai di Lhokseumawe, Aceh. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Massa Aliansi Penyelamat Suara Rakyat menggelar aksi damai di Lhokseumawe, Aceh. (Datuk Haris Molana/detikcom)