"Dia (Arga) juga mengakui melakukan penusukan pada orang gila 4 bulan yang lalu di depan Swalayan Galaxy (jalan Pandanaran, Boyolali)," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto, Senin (17/12/2018).
Kasus penemuan korban penusukan di depan swalayan Galaxy Boyolali tersebut terjadi pada bulan Agustus 2018 lalu. Seorang pria tanpa identitas dengan kondisi kumal ditemukan luka parah. Korban mengalami luka sobek di kepala dan perut hingga ususnya terburai keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh petugas kepolisian bersama tim 119 Dinas Kesehatan Boyolali, korban saat itu yang masih hidup langsung dibawa ke rumah sakit Pandan Arang, Boyolali untuk mendapatkan penanganan medis. "Walaupun ususnya keluar tapi korban bisa diselamatkan," jelasnya.
Namun identitas pria yang merupakan orang gila itu tidak diketahui. Korban sama sekali tidak bisa diajak komunikasi.
Arga Anggara, warga Kampung Sidodadi, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota itu ditangkap petugas Polres Boyolali, Minggu (16/12) malam. Dia diduga yang menusuk Arifin (33) warga Desa Selodoko, Kecamatan Ampel, Boyolali.
Arifin yang mengidap gangguan jiwa itu pada Sabtu (15/12) dini hari ditemukan tergeletak di trotoar jalan Pandanaran, wilayah Kampung Prambaman, Kelurahan Banaran. Saat ditemukan korban mengalami luka robek di perut dan ususnya terburai keluar.
Oleh petugas, korban dibawa ke RSUD Pandan Arang, Boyolali. Arifin akhirnya meninggal akibat lukanya.
Willy menyatakan, pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Boyolali untuk penyidikan lebih lanjut. Tentang motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut, saat ini masih digali.












































