Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq, menuturkan saat ini ada sebanyak 930 organ relawan yang tergabung dalam TKN. Keberadaan relawan ini menjadi modal berharga untuk membantu mengkampanyekan jagoannya kepada masyarakat luas.
Selain itu, lanjut Maman, relawan juga akan mengambil peran dalam mengikis isu keagamaan yang di Jabar. Contohnya saja terkait adanya isu Jokowi anti Islam yang terjadi di beberapa daerah di provinsi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, dia memberi semangat para relawan untuk bersemangat dan aktif turun ke masyarakat. Menurut Maman, berbagai keberhasilan program pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi harus terus disosialisasikan. Contohnya, sambung dia, bidang ekonomi dan penguatan pangan.
"Sehingga pada Desember-Januari ini, isu-isu (yang jelek) itu kita (bisa) eliminir," ucap Maman.
Maman Imanulhaq selaku Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom) |
Untuk pendekatan agama, dia mencontohkan baru saja menggelar gerakan salawat di Kabupaten Garut dan Purwakarta. Sementara untuk pendekatan budaya dengan menggelar sejumlah tradisi dan hiburan lokal.
"Saya baru dari Purwakarta, ada satu organ masyarakat sadar wisata. Lalu ada sisingaan di Subang, kuda renggong di Sumedang. Jadi pendekatan isu keagamaan, tradisi dan budaya," tutur Maman.
Jika semua strategi yang disiapkan dilakukan secara konsisten, dia optimistis pasangan Jokowi-Ma'ruf bisa meraih banyak suara di Jabar. "Jawa Barat, DKI dan Banten bisa jadi lumbung kemenangan," katanya.
Ketua Komunitas Penggerak Ekonomi Rakyat Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Koper Jomin) Ayep Zaki menyatakan optimistis pasangan tersebut dapat meraih suara 60 persen di Jabar.
"Door to door, mengadakan salawat. Sudah ada data dari 27 kabupaten-kota. Mana-mana yang harus kita kerjakan (sudah kita petakan),"ujar Ayep. (mso/bbn)











































Maman