Bambu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Seperti di rumah kreatif indonesia di Banjar, banyak dibuat berbagai jenis kerajinan yang terbuat dari bambu yang bernilai ekonomis tinggi seperti berbagai jenis souvenir bambu, alat musik angklung, alat rumah tangga, lantai bambu dan lainnya.
"Saya kira kalau masih dibutuhkan komunitas kerajinan bambu, maka harus ditingkatkan lagi, kita akan kasih 15-20 ribu bibit bambu kepada masyarakat untuk dikembangkan," ujar Menteri Siti saat mengunjungi Rumah Kreatif Indonesia di Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat Jumat (12/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan ini sudah ada rintisannya di masyarakat, jadi jangan kecil-kecil tapi ditingkatkan skala yang lebih besar, ekonominya. Intinya masyarakat harus dibantu secara ekonomi," jelasnya.
Siti menyebut dengan adanya pengelolaan bambu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat. Namun juga harus ada dorongan dan dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat agar masyarakat mampu berkembang.
"Harus dikenali betul kerajinan bambu bisa menarik dan dapat menjadi ekowisata. Syaratnya komunitas, dunia usaha dan didorong juga didukung oleh pemerintah daerah dan pusat," tegas dia.
Sementara itu, Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih menuturkan bantuan sekitar 15 ribu bibit bambu dari Menteri LHK itu akan dimanfaatkan dengan baik, akan ada gerakan menanam pohon bambu di wilayah Kota Banjar.
"Di sini ada rumah produksi bambu yang sudah berjalan bersama komunitas bambu. Juga bekerjasama dengan komunitas bambu yang ada di daerah lain. Mudah-mudahan ini menjadi berkah untuk warga Banjar, terutama untuk meningkatkan perekonomian," Ade. (mud/mud)