"Buaya itu ditangkap karena sudah meresahkan. Buaya ini juga memang kerap kali menampakan diri di sungai, dan sering naik ke daratan," ujar Amos Dhani warga sekitar kepada detikcom, Jumat,(24/8/2018).
Sejak sepekan terakhir, buaya itu membuat warga resah dan khawatir. Mengingat buaya sering kali menampakan diri di sungai dan terkadang naik ke dataran. Buaya ini terpaksa ditangkap warga dengan alat seadanya, dengan kondisi hidup dan terikat tali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, saat ini petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi saat ini tengah menuju kelokasi penangkapan buaya tersebut. Petugas juga membenarkan jika aliran sungai di dekat permukiman warga menjadi tempat perlintasan buaya di sana.
"Di sana memang ada populasi buaya. Tetapi kebanyakan buaya itu adanya dialiran sungai besar, cukup jauh dari permukiman warga. Kalau yang saat ini buaya yang ditangkap warga itu dialiran anak sungai, karena di sana juga terdapat banyak rawa-rawa, apalagi aliran sungai itu juga dekat dengan permukiman warga," ujar Faried, Kasi Konservasi Wilayah III BKSDA Jambi saat dihubungi detikcom.
Rencananya, buaya muara itu akan diamankan terlebih dahulu dikantor BKSDA Jambi dan nantinya buaya tersebut juga akan dilepasliarkan di kawasan habitatnya yang jauh dari permukiman masyarakat.
"Karena di Jambi belum ada tempat penangkaran buaya, maka nanti buaya ini akan kita lepaskan di kawasan habitatnya yang mana kawasan itu jauh dari permukiman masyarakat. Agar tidak membuat masyarakat resah lagi," tukasnya. (asp/asp)











































