"Kita telah melakukan pertemuan baik dengan Wakil Presiden untuk menyampaikan pesan Presiden Rouhani untuk Presiden Jokowi, dan untuk menyampaikan posisi kami terkait perkembangan terakhir soal kesepakatan nuklir dunia," ujar Masumeh setelah menemui JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).
Iran sebelumnya mengecam keras sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mencabut dukungan terhadap kesepakatan nuklir dengan Iran. Masumeh pun menyampaikan permasalahan tersebut kepada JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait sikap RI atas kesepakatan nuklir Iran, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia tetap percaya pada kekuatan negosiasi. Menurut Retno, selalu ada solusi dari setiap negosiasi.
"Indonesia merupakan negara yang selalu menghormati multilateralisme. Dan kita percaya penuh pada kekuatan negosiasi. Karena masalah apa pun, apabila kita negosiasikan, insyaallah hasilnya adalah win-win (solusi)," paparnya.
Baca juga: JK Ingatkan Guru Tak Terjun Politik Praktis |
Untuk itu, dalam konteks JCPoA, Indonesia menghormati proses negosiasi yang telah berjalan cukup panjang. Indonesia pun, dikatakan Retno, menyesalkan AS menarik diri dari kesepakatan JCPoA.
"Kita menyesalkan penarikan diri itu. Tapi kita tetap berharap agar pihak-pihak lain yang ada di JCPoA terus melanjutkan kesepakatan yang sudah ada di dalam JCPoA itu," ucap Retno.
"Kita tahu pada 6 Juli lalu di Wina, Austria, terdapat pertemuan tingkat menteri untuk joint commision of the JCPoA. Jadi komisi bersama untuk JCPoA. Kalau kita baca isi hasil pertemuan pada tingkat menteri di JCPoA, itu memberikan harapan baru, memberikan platform baru bahwa JCPoA ini akan dapat dilanjutkan," imbuhnya.
Indonesia berharap pertemuan di Wina, Austria, tersebut dapat memberi hasil yang dapat diimplementasikan sepenuhnya. "Jadi pihak Indonesia sendiri, Indonesia terus melakukan komunikasi, terutama dengan pihak Uni Eropa," tuturnya. (nvl/idh)











































