Penyebab putusnya jembatan gantung itu diduga karena kelebihan beban. Karena banyak warga secara bersamaan melintas di jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 2 meter itu, saat akan pergi menuju kondangan. Jembatan terbuat dari bambu yang dihubungkan menggunakan kabel sling.
"Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB, menurut keterangan warga itu ada 25 orang yang menyebrang bersamaan. Karena tidak kuat akhirnya putus, 15 orang jatuh dan luka-luka, yang lainnya selamat," ujar Camat Cidolog Dedi Sudrajat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi air sungai sedang surut, banyak lumpur dan ada batu. Korban langsung ditangani oleh petugas kesehatan puskesmas. Sekarang masih menunggu pemeriksaan dokter apakah ada yang harus dirujuk ke runah sakit atau tidak, tapi semua sudah ditangani," katanya.
Kata Dedi, jembatan itu sudah cukup tua dibangun sekitar 15 tahun lalu. Perbaikan hanya dilakukan pada bambu yang lapuk atau rusak oleh warga setempat.
Jembatan ini sebagai pengubung antara Dusun Pabuaran dengan Dusun Ciparay, Desa Ciparay. Bahkan juga sebagai penghubung Kecamatan Cidolog dengan Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
"Memang tidak ada jalur alternatif, ada tapi cukup jauh. Jembatan ini harus segera diperbaiki agar masyarakat kembali beraktivitas," pungkasnya. (ern/ern)