Siapa yang Buang Minyak Misterius di Pulau Pari?

Siapa yang Buang Minyak Misterius di Pulau Pari?

Rina Atriana - detikNews
Selasa, 10 Apr 2018 07:56 WIB
Penampakan minyak tumpah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu (Foto: Rahmat/Anggota PJLP Pesisir Sudin Lingkungan Hidup Kep Seribu)
Jakarta - Pulau Pari tertumpah minyak untuk ketiga kalinya. Salah satu pulau di Kepulauan Seribu itu tertumpah minyak hitam. Ulah siapa?

Polres Kepulauan Seribu masih menyelidiki asal muasal tumpahan minyak tersebut. Polisi menduga minyak tersebut berasal dari kapal yang datang dan memang sengaja dibuang.

"Dugaan kita ada unsur kesengajaan dalam pembuangan limbah, tapi karena luas area perairan laut kita masih perlu lidik (penyelidikan) lebih dalam lagi," kata Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Viktor, Senin (9/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Herdiman menduga minyak tersebut merupakan air ballast adalah air pemberat kapal.

"Dugaannya (karena air ballast). Ada ribuan kapal itu melintas di Pulau Seribu," ujar Yusen, Minggu (8/4).

Air ballast kadang-kadang dibuang begitu saja menyesuaikan kondisi yang dihadapi kapal. Bila air ballast berasal dari kapal tanki pengangkut minyak, maka airnya bisa juga bercampur minyak. Meski begitu Yusen menyebut ada kemungkinan lain yang menjadi penyebab munculnya minyak di Pulai Pari.

"Tahun lalu sudah pernah, karena air ballast, itu beda sama di Balikpapan minyak tumpah, kita nggak bisa, nggak ada bukti sih, (penyebabnya) air ballast bisa, bocoran tengki juga bisa," tutur Yusen.

"Air ballast itu agak bening, nggak terlalu pekat hitam. Makanya ini dugaannya bisa kilang minyak, bisa air ballast. Ada tempo lalu pernah (kejadian) tidak terlalu hitam, mungkin itu air ballast karena memang bukan sekali ini kejadian di Pulau Seribu," jelasnya.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut masih menunggu laporan yang komprehensif dari Bupati Kepulauan Seribu terkait hal ini. Sandi meminta tumpahan minyak ini tak menurunkan citra Pulau Pari di mata wisatawan.

"Dan kalau tercemar oleh tumpahan minyak ataupun pencemaran sampah juga akan merusak tentunya daya tarik daripada Pulau Pari sendiri yang sekarang lagi geliat nih. Tiap minggu kunjungan ke Pulau Pari semakin meningkat, ada Pantai Perawan di sana," ujar Sandi, Senin (9/4). (rna/elz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads