"Operasi Ketupat itu akan digelar selama 18 hari yang akan kita mulai di tanggal 8 sampai 25 (Juni)," ujar Karobinops Sops Polri Brigjen Imam Sugianto di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ), Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/4/2018).
Dengan rentang waktu yang cukup panjang itu, diharapkan pengamanan mudik Lebaran tahun ini semakin baik. Rencananya, gelar pasukan untuk Operasi Ketupat akan dilakukan serentak pada 7 Juni 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Operasi Ketupat, lanjut Brigjen Imam, Polri juga akan menggelar operasi patuh dalam rangka prakondisi menghadapi Operasi Ketupat. Operasi ini akan dilakukan serentak pada tanggal 26 April-10 Mei mendatang.
"Yang ketiga operasi Bina Kusuma, Bina Darma dan Bina Karuna. Ini sudah kita delegasikan ke kewilayahan, terutama wilayah-wilayah yang memiliki ancaman terkait dengan sasaran-sasaran yang akan diurai yaitu pemberantasan premanisme ini biasanya di kota-kota besar, kemudian deradikalisme," tuturnya.
"Ini masih mengemuka rekan-rekan ancaman teror, kemarin dalam outlook rapat-rapat di Bapenas, ancaman-ancaman yang masih mengemuka itu adalah terorisme kemudian konflik sosial dan keamanan siber. ini akan terus menjadi atensi perhatian kita," lanjut Imam.
Terkait operasi Bina Karuna sendiri sudah digelar di 13 wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan. Kemudian operasi berikutnya yang sudah dan akan digelar adalah operasi Satgas Papua (April-Desember), Satgas Nusantara (Januari-Desember), dan Satgas Pangan serta Saber Pungli.
"Tolong rekan-rekan terutama jajaran Polri yang di wilayah, ini betul-betul bisa terkelola dengan baik di tengah-tengah kesibukan kita akan kegiatan-kegiatan operasi ini, tapi ini tetap bisa terkelola dengan baik," ungkapnya. (hri/hri)











































