Namun, ketika dua orang perempuan ikut naik, mereka justru diusir. Seperti apa ceritanya?
Dilansir dari Japan Times, Jumat (6/4/2018), peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/4) di Maizuru, Kyoto. Wali Kota Maizuru, Ryozo Tatami, pingsan karena pendarahan di permukaan otak (antara otak dan jaringan yang melapisi otak).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wasit di pertandingan tersebut kemudian meminta dua perempuan yang tak disebutkan namanya itu, keluar arena. Wasit itu menyampaikan 'pengusirannya' melalui pengeras suara.
Di Jepang, diketahui ada tradisi perempuan tak boleh masuk ke ring sumo yang dianggap sakral. Tradisi ini juga selama ini kerap menuai kontroversi.
Ketua Asosiasi Sumo Jepang, Hakkaku, menyampaikan permohonan maafnya. Dia menilai seharusnya itu tak dilakukan wasit dalam kondisi yang mengancam jiwa.
"Kami menyampaikan permintaan maaf yang mendalam," ujar Hakkaku.
Sementara Wali Kota Tatami telah dilarikan ke rumah sakit. Kondisi yang dialami sang Wali Kota dinyatakan tidak mengancam keselamatan jiwanya.