"Sebagai sebuah negara yang diramalkan akan menjadi salah satu kekuatan global di masa depan, Indonesia perlu mendayagunakan potensinya untuk mewujudkan agenda-agenda dan komitmen pembangunan, 2045 tinggal 27 tahun lagi, dan sudah saatnya pemuda merumuskan strategi mencapai visi tersebut," kata Pandu dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/3/2018).
![]() |
Sarasehan ini digelar pada Sabtu (10/3) di Plaza Insan Berprestasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Acara ini digelar dengan mengangkat tema 'Peran Cendekiawan dalam Pembangunan menuju Indonesia 2045'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur DKI, Anies Baswedan turut hadir sebagai tamu kehormatan pada sesi pembukaan. Dalam sambutannya, Anies menekankan pemuda yang harus terus meneruskan tradisi penggerak dan memiliki mimpi yang tinggi untuk diri pribadi dan bangsa.
Anies juga mengingatkan agar para pelajar yang tengah menempuh studi di luar negeri, dapat meluaskan pergaulan dengan berbagai pihak dan bangsa serta menjadi duta-duta Indonesia.
![]() |
Pembicara lain yang hadir dalam sarasehan ini ialah founder Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal, Kepala Biro PKLN Kemdikbud Suharti, Ketua Mata Garuda Danang Rizki Ginanjar, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Prof. Ilham Oetama Marsis, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.
Sejak didirikan pertama kali di Australia pada 2007, PPI Dunia kini telah berkembang menjadi organisasi pelajar yang kerap menginisiasi program-program yang kontributif untuk bangsa.
Ketua Panitia Sarasehan Nasional Michael Siagian mengatakan acara ini merupakan kegiatan akbar pertama di Indonesia untuk semakin meningkatkan jejaring PPI Dunia dengan stakeholders terkait di Indonesia. Selain itu untuk semakin menarik minat pelajar Indonesia untuk dapat memiliki mimpi meneruskan studi di luar negeri dan menjadi cendekiawan muda yang dapat membangun bangsa. (jbr/aik)