Jokowi meninjau lokasi pembuatan embung yang ditinjau berada di Desa Sitiung, Dharmasraya, Sumatera Barat, Rabu (7/2/2018). Embung desa tersebut akan bervolume 15.625 m3 dengan dana pembangunan mencapai Rp 810 juta. Pembangunan embung desa ini merupakan program padat karya tunai dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Saat meninjau, Jokowi sempat berdialog dengan beberapa pekerja. Jokowi sempat menyusuri pinggiran embung yang tanahnya masih labil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, ada sekelompok orang yang mendekat ke Jokowi membawa spanduk kecil bertuliskan 'Selamat Datang Presiden Joko Widodo di Dharmasraya'. Rupanya mereka juga hendak mengadu ke Jokowi.
Jokowi lantas meminta Paspampres mengajak seorang pria tua berbaju biru yang diketahui bernama Nyelembung untuk menemui dirinya. Nyelembung merupakan bagian dari Suku Anak Dalam yang tinggal di Kabupaten Dharmasraya.
Saat bertemu, Nyelembung langsung mencium tangan Jokowi. Mantan Gubernur DKI itu membalas dengan merangkulkan tangan ke pundak Nyelembung. Saat itu, Nyelembung tampak membisikkan sesuatu ke Jokowi.
Usai dibisiki, Jokowi meminta ajudannya untuk mencatat apa yang disampaikan oleh Nyelembung. Diketahui, ternyata Nyelembung mengeluhkan soal tempat tinggal mereka yang terusir dari dalam hutan.
"Sudah kubilang sama pak Jokowi tadi kami harus minta ketetapan (hunian)," ujar Nyelembung.
Saat dikonfirmasi, Jokowi membenarkan bahwa Suku Anak Dalam yang ditemuinya mengeluhkan soal tempat tinggal. Jokowi pun akan menindak lanjuti aspirasi Suku Anak Dalam tersebut.
Jokowi saat ke kafe di Sumbar. (Foto: Ray Jordan/detikcom) |
"Itu tadi soal tempat tinggal," kata Jokowi saat ditemui di sebuah kafe di Jalan Lintas Sumatra KM 1, Dharmasraya. (jor/dkp)












































Jokowi saat ke kafe di Sumbar. (Foto: Ray Jordan/detikcom)