Abdul bercerita Saleh kerap meninggalkan tugas untuk mencari investor. Namun dianggap Abdul selama ini hasilnya nihil untuk pembangunan Tolitoli.
Selama Saleh pergi, Abdul yang mengurus semua pekerjaan Bupati. Maka, menurut Abdul, wajar apabila dia merasa lebih mengetahui kebutuhan dan fakta di lapangan dibanding bupati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab kepemimpinan daerah harus demokratis dan aspiratif. Kita sama-sama dipilih dan mendapat amanah dari masyarakat Tolitoli," jelasnya.
Abdul siap bertanggung jawab mengenai keributan yang dia buat Rabu (31/1) lalu. Soal pelaporan ke Polisi, Abdul pun siap mengikuti setiap prosesnya.
"Saya akan pertanggungjawabkan secara hukum, moral dan politik atas apa yang telah saya lakukan. Kalau soal hukum saya akan ikuti saja. Itu haknya Saleh Bantilan melaporkan. Kalau untuk kepentingan rakyat dan perbaikan di Tolitoli, tak perlu takut," jelas Abdul.
Belum ada keterangan resmi dari Bupati Saleh menanggapi peristiwa ini. Sementara itu proses hukum saat masih diproses oleh Polda Sulteng. (rna/tor)