Dia terbang jauh dari Milan ke Jakarta untuk menemui ibu kandungnya. Di Jakarta, Priscillia memulai pencarian ibunya dengan mendatangi kantor Dinas Sosial DKI Jakarta. Di sana, dia diterima oleh Dahrul Oktavian, Kasi Pemberdayaan Tenaga dan Lembaga Kesos, pada Jumat (22/12/2017).
"Saya masih mencari Yayasan Mulia Cabang Jakarta untuk mengetahui keberadaan ibu saya. Mungkin mereka punya informasi tentang ibu," ujar Priscillia kepada Dahrul, seperti disampaikan Kepala Seksi Data dan Informasi Dinsos DKI Jakarta Miftahul Huda kepada detikcom, Sabtu (22/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari surat tanda kelahiran itu, diketahui ibunya bernama Inah. Ketika melahirkan dirinya, Inah masih sangat muda, yakni berusia 19 tahun.
Persalinan Inah dibantu oleh bidan Budi Wahyuni, yang beralamat Jalan Kebon Kacang Gang 31/1, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Oktober 1979, pukul 23.45 WIB. Sayangnya, bidan tersebut sudah meninggal.
Karena tidak sanggup mengasuh, Inah, yang diketahui bekerja sebagai buruh harian di Jalan Ciasem Nomor 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemudian menyerahkan Priscillia kecil kepada bidan yang membantu persalinannya.
"Waktu itu Ibu menyerahkan saya kepada bidan karena merasa tidak mampu merawat dan membesarkan saya," ungkap Priscillia.
Karena Inah tidak kunjung kembali, bidan tersebut kemudian menyerahkan Priscillia kecil kepada Yayasan Mulia Cabang Jakarta pada 20 Oktober 1979. Setelah itu, Priscillia diadopsi oleh pasangan WN Belanda Jaap Vermeij dan Maud Vermeij van Ossenbruggen, yang kini menjadi orang tua angkatnya.
Priscillia mencoba mencari tahu soal ibunya dengan menyusuri Yayasan Mulia. Sayangnya, yayasan yang beralamat di Jl Haji Agus Salim No 57 Gambir, Jakarta Pusat, itu kini sudah hilang.
"Tidak ada satu pun pihak yang bisa memberikan keterangan terkait Yayasan Mulia. Saya berharap bisa segera bertemu dengan ibu saya," ucap Priscillia.
Meski begitu, Priscillia tidak berhenti untuk mencari tahu orang tua biologisnya. Ia terus menelusuri dan meminta bantuan, salah satunya dengan menyebarkannya di akun Facebooknya, Priscillia Obermeier. (mei/fdn)











































