Jokowi mengatakan, permintaan restu itu adalah hal biasa dilakukan seorang menteri kepada Presiden.
Jokowi tak menjelaskan waktu pasti Airlangga memint restu darinya. Namun dia mengatakan, hal itu adalah wajar.
"Ya kalau sebagai menteri ya mesti toh mau memiliki keinginan, menyampaikan, biasa," kata Jokowi saat ditemui usai HUT Korpri ke-46 di Lapangan Tugu Monas, Jakarta Pusat, Rabu (29/12/2017).
Jokowi juga tak menjelaskan apakah dirinya memberi restu atau tidak.
Sementara itu, terkait dengan status rangkap jabatan yakni Ketua Umum Golkar dengan Menteri Perindustrian, yang berpotensi diemban Airlangga, Jokowi belum bisa menjelaskan. Sebab, keputusan jabatan Ketua Umum Golkar merupakan persoalan internal partai berlambang pohon beringin itu.
"Yang mau merangkap itu siapa? Ini urusan internal partai Golkar aja belum rampung. Merangkap, merangkap," katanya. (jor/nkn)











































