Diperiksa Polisi, Syahrini Bantah Umrah Gratis dari First Travel

Diperiksa Polisi, Syahrini Bantah Umrah Gratis dari First Travel

Denita BR Matondang - detikNews
Rabu, 27 Sep 2017 15:14 WIB
Gaya Syahrini ke Bareskrim (Foto: Grandyos Zafna-detikcom)
Jakarta - Penyanyi Syahrini selesai menjalani pemeriksaan penyidik Dirtipidum Mabes Polri. Syahrini dicecar sebanyak 18 pertanyaan selama 2 jam terkait First Travel. Syahrini juga membantah tudingan jika berangkat umrah dibiayai First Travel.

"Kurang lebih selama 1 Jam ada 18 pertanyaan. Kemudian apa yang dipertanyakan adalah biaya endorsenya sekian, sekian, sekian sudah kami bantah, kata Syahrini kepada wartawan usai diperiksa Bareskrim Polri, di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu, (27/9/2017)

"Ada berapa manajemen membayar, kerja samanya adalah saya pastinya dapat diskon untuk saya.Tapi keluarga saya full membayar. Nauzubillah saya memakan uang jamah. Apabila saya memakan uang First Travel memakan uang jemaah nauzubilaah min zalik," kata Syahrini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT





Syahrini mengaku tidak mengenal ketiga tersangka Andika, Anisa dan Hasibuan. Bahkan, tidak menjalankan kerja sama "endorse" sebagaimana sering diberitakan di media. Syahrini mengaku menjalin kerja sama cuma sehari dengan First Travel. Ia akan mendapatkan diskon sebesar 50 persen biaya perjalanan dengan syarat memposting foto First Travel selama umrah.

"Saya bentuk kerja samanya adalah pasti didiskon dengan saya harus memposting satu kali setiap harinya. Ketika saya di Mekah, ketika saya di Madinah, dan di Istanbul oke?" pungkas Syahrini.

Terkait pemberitaan 18 orang keluarga Syahrini diberangkatkan aktris penyanyi solo ini juga membantah. Ia mengaku hanya 12 orang dan membayar penuh biaya umrah.

Ini video penampilan Syahrini saat diperiksa di Bareskrim:

[Gambas:Video 20detik]

Tonton Juga: Syahrini Bantah Terlibat Kasus Penipuan First Travel (rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads