"Saksi yang telah diperiksa 11 sampai 17 orang, kita nanti kembangkan lagi. mungkin masih ada Saksi Saksi lain mungkin kita periksa," kata Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan Wahyudin saat ditemui di Taman Palupuh, Tegal Gundil, Bogor Utara, Jumat (15/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari kedua belah pihak, karena korban kan saat itu ada (bersama) temannya," ucap Wawan.
Selain itu polisi juga akan meminta keterangan dari kedua sekolah yang terlibat dalam kasus ini. Baik dari SMA Budi Mulia selaku sekolah Hilarius maupun dari SMA Mardi Yuana selaku pelaku.
"Kita pun nanti minta keterangan tambahan baik dari keluarga korban, saksi-saksi termasuk dari pihak sekolah yang terkait semuanya," ujar Wawan.
Polisi juga akan menyelidiki keterlibatan alumni dalam kasus ini. Alumni diduga sebagai pihak 'promotor' terjadinya duel tersebut.
"Nanti kita selidiki, belum mengarah ke sana, nanti yang terlibat termasuk dugaan sponsor sampai sejauh mana itu perannya," kata dia.
Sebagaimana diketahui, kasus Hilarius viral setelah ibunya curhat kepada presiden. Sang ibu, Maria Agnes tidak terima anaknya tewas dalam pemukulan yang diduga dilakukan oleh siswa dari SMA Mardi Yuana.
Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan Wahyudin siap mengusut kembali kasus ini. Pihaknya telah meninjau lokasi duel Gladiator di Taman Palupuh, Tegal Gundil, Bogor Utara.
"Kami sengaja ke TKP dengan penyidik, bahwa TKP itu disini, jika nanti kalau perlu diadakan rekonstruksi," kata Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan Wahyudin saat ditemui di Taman Palupuh, Tegal Gundil, Bogor Utara, Jumat (15/9). (rvk/rvk)











































