"Memang untuk mata kanan dokter masih melihat kembali (perkembangannya) karena ada bagian yang tidak tumbuh sama sekali sekitar 2 sampai 4 milimeter di lapisan mata tersebut," ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2017).
Sebaliknya, kondisi mata kiri Novel justru menunjukkan perbaikan. Dalam operasi terakhir, dilakukan pemindahan selaput dari bagian gusi ke pipi. Jaringan yang telah tumbuh kemudian diletakkan di mata kiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Novel fokus pada penyembuhan, KPK fokus pada penyelesaian persoalan yang dihadapi KPK. Sebab, jika menghadapi konflik, kondisi tekanan mata Novel juga akan terpengaruh.
"Karena persoalan-persoalan akan berakibat pada fluktuasi tekanan mata Novel Baswedan. Jadi ada beberapa hal yang memang perlu kira pisahkan dulu persoalannya," terang Febri.
Penyidik senior KPK ini mengalami kerusakan di kedua matanya setelah diteror dengan cara disiram air keras pada 11 April 2017. Hingga kini pelaku teror itu belum diungkap polisi hingga tuntas. Sebagai tindak lanjut, Polri dan KPK direncanakan membentuk tim untuk mempercepat pengusutan kasus ini.
Namun kini Novel justru dilaporkan oleh Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Brigjen Aris Budiman atas dugaan pencemaran nama baik pada 13 Agustus lalu. Menyusul Brigjen Aris, Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri Kombes Erwanto Kurniadi juga melaporkan Novel atas dugaan yang sama pagi tadi. (nif/dkp)











































