Setelah berzikir, Novel mengalihkan pandangannya kepada tim detikcom yang memang sudah membuat janji bertemu sebelumnya. Tegur sapa dan bertanya tentang kabar mengawali obrolan kami yang sengaja datang ke Singapura pada Minggu (30/7/2017).
Obrolan pun berlanjut ke suatu tempat di dekat masjid tersebut. Novel lalu bercerita kedua matanya masih dalam proses pengobatan, terutama untuk mata kirinya, yang memang lebih parah terpapar air keras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam waktu dekat, menurut Novel, dokter akan memastikan tindakan apa yang akan diterapkan padanya, termasuk langkah operasi. Novel mengaku pandangan mata kirinya lebih kabur dibanding mata kanan. Pandangan mata kanan pun, menurutnya, berbayang.
"Cuma yang kiri treatment-nya lebih jauh, karena ada bagian-bagian dari organ yang mati sehingga perlu pengobatan yang lebih ekstra, di antaranya bisa jadi operasi dan lain-lain," ucap Novel.
Novel juga mengatakan saat ini wajib menjaga tekanan matanya. Setiap 2 jam sekali, dia harus memakai obat tetes. Namun kondisi demikian dianggap Novel tidak terlalu mengganggu kesehariannya, kecuali yang berkaitan dengan penglihatan.
"Saya tentunya karena sakitnya di mata, keseharian yang terganggu adalah penglihatan. Jadi selain itu, aktivitas saya normal, biasa. Yang berhubungan dengan penglihatan memang tentunya sangat terganggu," sebut Novel.
Obrolan pun kembali berlanjut tentang betapa rindunya Novel kembali ke Indonesia untuk kembali berjuang bersama 'para pendekar antikorupsi' di KPK. Seperti apa ceritanya? Tunggu kelanjutannya di detikcom.
Tayangan wawancara detikcom dengan Novel Baswedan akan segera tayang. Pastikan Anda tidak melewatkan keterangan Novel soal kondisi terkini dan dugaan dalang teror terhadap dirinya. (dha/tor)