Kasus e-KTP, Ganjar Pranowo hingga Olly Dondokambey Diperiksa KPK

Kasus e-KTP, Ganjar Pranowo hingga Olly Dondokambey Diperiksa KPK

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Selasa, 04 Jul 2017 10:36 WIB
Kasus e-KTP, Ganjar Pranowo hingga Olly Dondokambey Diperiksa KPK
Ganjar Pranowo (Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Pagi ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi KPK. Kedatangan Ganjar untuk menjadi saksi dalam kasus e-KTP.

Ganjar tiba di pelataran gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (4/7/2017) pada pukul 09.43 WIB. Ia berkata akan diperiksa sebagai saksi Andi Agustinus.

"Masih diminta sebagai saksi untuk Andi Narogong," kata Ganjar saat ditanya wartawan perihal kedatangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ganjar menegaskan tak mengenal Andi Narogong. Ia meyakini pemeriksaan ini terkait dengan tugasnya dulu sebagai salah satu pimpinan Komisi II DPR periode 2009-2014.

"Nggak (kenal). Sudah tak jelasin kok. Tapi ya pernah menjadi pimpinan Komisi II, jadi ngasih penjelasan," ujar Ganjar, yang datang dengan mengenakan batik hijau.

Kasus e-KTP, Ganjar Pranowo Hingga Olly Dondokambey Diperiksa KPKFoto: Nur Indah Fatmawati/detikcom
Begitu Ganjar masuk ke gedung, tak lama berselang, pada pukul 09.46 WIB, datang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Mengenakan kemeja putih, Olly bergegas masuk ke gedung KPK, dengan dikawal dua kolega di kanan dan kiri.

Saat akan masuk gedung, Olly sempat ditanya soal kedatangannya. Ia lalu hanya menjawab, "(Pemeriksaan terkait) Andi Narogong," sambil lalu.


Olly juga merupakan mantan Wakil Ketua Badan Anggaran saat proyek e-KTP dibahas di DPR.

Sementara itu, kemarin (3/7), KPK juga telah memeriksa beberapa anggota DPR periode yang sama. Ada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly serta mantan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin. Dalam keterangannya, juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan KPK akan fokus pada pemeriksaan anggota DPR tentang pembahasan anggaran.

"Setelah sebelumnya cukup banyak dari unsur swasta dan birokrasi yang diperiksa, sekarang direncanakan sejumlah anggota DPR akan diperiksa," ungkap Febri. (nif/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads