Mengenakan baju lengan panjang biru dan peci hitam, Agus mendapat giliran menyampaikan sambutan. Dia memberi selamat kepada pengurus DPD PD DKI yang baru saja dilantik, termasuk pasangannya saat maju di Pilgub DKI lalu, Sylviana Murni. Mantan birokrat Pemprov DKI itu dilantik sebagai Wakil Ketua DPD PD DKI.
"Bu Sylvi masuk dalam struktur Demokrat. Ferry, Nawawi, Mujiona, Misan. Ada 10 orang yang setiap saat mendukung. Tokoh agama dan lainnya," ungkap Agus saat memberikan sambutan di kantor DPD DKI Jakarta yang baru diresmikan, Jl Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (22/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kangen sekali dengan semuanya. Rasanya kalau melihat itu, rindu dengan gerilya di lapangan bersama-sama warga Jakarta. Mudah-mudahan jadi memori yang indah dan jadi semangat selanjutnya," ucapnya.
Dia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono. Agus pun menyampaikan sejumlah pesan kepada kader-kader Demokrat, khususnya yang berada di Jakarta.
"Harapan kita semua, Partai Demokrat yang berpihak kepada rakyat dan keadilan. Selama yang kita ketahui, PD dikenal dan dicintai rakyat atas programnya. Saya berharap kader PD berupaya mendengarkan keluhan rakyat Jakarta," kata dia.
"Kita tahu persis apa yang dinginkan masyarakat. Tetapi dengan turun langsung, melihat situasi nyata. Sekali lagi jadi kader yang selalu prokepentingan rakyat," imbuh Agus.
Mantan perwira TNI AD ini menyebut Demokrat merupakan partai nasional dan religius. Agus berharap agar kader Demokrat bisa menjadi penengah dalam dinamika yang ada di tengah masyarakat.
"Kita hidup di negara yang banyak perbedaan. Perbedaan adalah kekuatan untuk kemajuan tetapi sebaliknya menghadirkan kerawanan sendiri. Menjadi sekat di antara kita semua. Kita menghindari konflik baik agama maupun pandangan politik yang berbeda-beda," tuturnya.
"Oleh karena itu, kita harus jadi penengah berucap dan bertindak jangan sampai Pancasila dengan Islam dan agama lain, karena sungguh ya ini kita sama. Oleh karena itu penting, bagi para pendiri selama Indonesia utuh Negara Kesatuan Republik Indonesia," sambung Agus.
Putra sulung SBY ini pun meminta agar Demokrat bisa memiliki semangat anak muda. Bukan hanya soal fisik, namun juga soal semangatnya.
"Menjadi partainya anak muda. Muda bukan hanya sisi biologis, tapi muda jiwanya. Pak SBY selalu muda jiwanya. Di dalam partai ini, juga harus memiliki jiwa muda dan kebanggaan jiwa muda. Energik, penuh dengan stamina," sebut suami Annisa Pohan ini.
Dengan semangat dan stamina itu, Agus meminta agar seluruh kader PD berani menyampaikan apa yang benar dan apa yang salah. Dia juga berpesan agar seluruh kader PD mengedepankan hati nurani.
"Berani bukan berati tanpa hati nurani dan seluruh rakyat Indonesia didasarkan pada hati nurani yang baik. Selalu lentur dalam mencapai tujuan. Ingin menang caranya berbagai macam. Kita ingin jadi partai yang terbaik," pesan Agus.
Agus Yudhoyono di acara pelantikan pengurus DPP PD DKI. (Fitang/detikcom) |
"Karakter yang kreatif, yang inovatif, tidak mudah menyerah. Walaupun situasinya bagaimana mewujudkan ini. Saya senang ini harus jadi tradisi, selalu apresiasi pendahulu kita. Dan memiliki jiwa ksatria," tambahnya.
Tak hanya itu, Agus lantas bercerita mengenai kesehariannya setelah gagal di Pilgub DKI. Dia menyebut kini lebih banyak memanfaatkan waktu untuk bisa menyapa masyarakat di berbagai daerah.
"Saya bersyukur untuk berkeliling Nusantara, bertemu dengan generasi muda, berbagi pengalaman dan inspirasi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Beberapa saat lalu sudah ke NTB, Kepri, melakukan safari Ramadan. Dan tadi malam di Banten. Alhamdulillah dengan kader di Jakarta," cerita Agus.
Apa yang disampaikan Agus itu adalah kegiatannya bersama Partai Demokrat. Di NTB, dia datang dalam acara Rakernas PD. Agus juga baru saja mengikuti safari Ramadan bersama jajaran DPP Demokrat keliling Jawa.
"Tentu saya nikmati proses ini, dengan di berbagai macam daerah tentang kondisi masyarakat kita. Tetapi satu semangat dengan Partai Demokrat menyerap aspirasi dan membuka solusi. Dan saya hadir juga di berbagai forum internasional," urai dia.
"Dan menjadi pembicara di Mongolia, saya menjadi hero speaker soal perdamaian di kawasan Asia-Pasifik. Kemudian, saya juga lebih sering menulis di surat kabar dan media, dengan berbagai gagasan," tutup Agus. (elz/imk)












































Agus Yudhoyono di acara pelantikan pengurus DPP PD DKI. (Fitang/detikcom)