Volume Kendaraan Melintas GT Cikarang Utama Meningkat

Volume Kendaraan Melintas GT Cikarang Utama Meningkat

Mukhlis Dinillah - detikNews
Rabu, 21 Jun 2017 17:04 WIB
Volume Kendaraan Melintas GT Cikarang Utama Meningkat
Dokumentasi foto GT Cikarang. Foto: Muhammad Abdurrosyid.
Bandung - Pemudik yang melintas di Jawa Barat pada H-4 Lebaran 2017 mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Tercatat terjadi peningkatan sebesar 28 persen atau setara 128 ribu kendaraan yang melintas di GT Cikarang Utama.

"Kalau kendaraan kan di GT Cikarang Utama itu, sudah mulai ada kenaikan dari biasanya 68 ribu itu sudah menjadi 128 ribu per hari ini," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Dedi Taufik saat dihubungi via telepon, Rabu (21/6/2017).

Ia menjelaskan pergerakan pemudik yang melintas di Jabar dilakukan secara bertahap sejak hari Minggu lalu. Pemudik memilih waktu setelah berbuka dan sahur untuk melakukan pergerakan ke kampung halaman masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang secara keseluruhan dicicil kelihatannya. Dari mulai hari Minggu, sudah ada pergerakan. Mungkin diperkirakan malam nanti atau besok hari mungkin ada peningkatan," tutur dia.

Menurutnya kondisi berbeda terjadi di jalur arteri yang masih terpantau belum mengalami pergerakan yang signifikan saat arus mudik. Hanya ada beberapa titik kepadatan di wilayah jalur selatan yang terjadi akibat keberadaan pasar tumpah.

"Kita pantau lewat CCTV masih lancar juga, Tanjungsari. Kalau selatan itu di Limbangan saja (kepadatan) karena ada pasar tumpah, Malangbong juga sama," ungkap dia.

"Kepadatan juga terjadi di tempat istirahat, saat berbuka puasa dan saat sahur juga, tetapi tidak signifikan," menambahkan.

Dedi menyebut kendaraan pribadi roda empat dan roda dua masih mendominasi arus mudik tahun ini. Pasalnya, sambung dia, masih banyak bus-bus di terminal yang tidak melakukan pergerakan saat arus mudik.

"Iya masih kendaraan pribadi. Terminal, bus-bus masih standby dan kosong. Dominasi angkutan pribadi roda dua. Keberminatannya masik ke situ," kata Dedi. (bbn/bbn)


Berita Terkait