Dilansir Reuters, Selasa (9/5/2017), suara tembakan mengikuti serangan yang menargetkan kafetaria Kopi Italia, yang terletak di dekat kantor paspor tersebut. Seorang fotografer Reuters melihat mayat-mayat tergeletak di tanah di lokasi ledakan.
Seorang petugas polisi, Mayor Aden Ibrahim mengatakan kepada Reuters bahwa serangan tersebut dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban tewas bisa meningkat," kata Abdirahman seperti dilansir Reuters, Selasa (9/5/2017).
Serangan ini diklaim oleh kelompok militan Islam al Shabaab. Kelompok ini mengaku ada pejabat keamanan senior yang termasuk di antara para korban.
"Kami berada di balik ledakan tersebut," kata juru bicara operasi militer kelompok tersebut, Sheikh Abdiasis Abu Musab kepada Reuters.
"Sasarannya adalah polisi, intelijen, pejabat militer dan pekerja imigrasi," ujar Musab.
Musab mengatakan dua jenderal termasuk di antara korban tewas. Pejabat pemerintah tidak segera hadir dan Reuters tidak dapat memverifikasi sendiri klaim tersebut secara independen.
Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok Al Qaeda terkait telah kehilangan sebagian besar wilayahnya untuk menjadi penjaga perdamaian Uni Afrika yang mendukung pemerintah yang didukung U.N. Namun gerilyawan tersebut sering melancarkan serangan mematikan, granat dan bom di Mogadishu dan daerah lain yang dikendalikan oleh pemerintah federal. (nth/rvk)











































