Di Konferensi Pers, Trump yang Marah Tolak Pertanyaan Wartawan CNN

Di Konferensi Pers, Trump yang Marah Tolak Pertanyaan Wartawan CNN

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 12 Jan 2017 11:25 WIB
Donald Trump saat menolak pertanyaan wartawan CNN (REUTERS/Lucas Jackson)
New York - Konferensi pers pertama Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump sejak pilpres AS pada 8 November 2016 memicu kehebohan publik. Trump banyak melontarkan kritikan keras pada pers dan membela niatnya untuk meningkatkan hubungan dengan Rusia.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (12/1/2017), konferensi pers yang digelar Rabu (11/1) waktu AS ini, merupakan yang pertama kali sejak pilpres AS digelar. Sekitar 250 reporter memenuhi lobi Trump Tower di Manhattan, New York, yang menjadi kantor sekaligus kediaman Trump saat ini. Puluhan demonstran anti-Trump berkumpul di luar Trump Tower dengan kawalan ketat polisi.

Pertanyaan dalam konferensi pers mencakup berbagai isu yang akan dihadapi Trump setelah dia dilantik menjadi Presiden AS pada 20 Januari nanti. Mulai dari isu tembok perbatasan dengan Meksiko, pencalonan hakim Mahkamah Agung yang baru, rencana pencabutan Obamacare, hingga soal penyediaan lapangan pekerjaan pada sektor manufaktur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Trump Sebut Badan Intelijen AS Bertindak Seperti Nazi

Namun ada momen menarik yang banyak menjadi pembahasan di media sosial. Salah satunya ketika Trump dengan nada marah, menolak untuk memberikan kesempatan bertanya pada seorang wartawan televisi CNN yang hadir.

"Saya tidak akan memberikan kesempatan pada Anda untuk bertanya," ucap Trump kepada wartawan CNN bernama Jim Acosta. Sikap keras Trump ini diduga terkait laporan CNN soal dokumen menyudutkan dirinya yang dimiliki intelijen Rusia.

"Kalian itu berita palsu!" imbuh Trump ke arah wartawan CNN itu.

Trump saat menolak pertanyaan wartawan CNNFoto: REUTERS/Lucas Jackson
Trump saat menolak pertanyaan wartawan CNN

Tidak hanya itu, Trump juga mengklaim hanya para wartawan yang peduli soal apakah dirinya merilis laporan pajak. Para pengguna media sosial kemudian ramai meminta pengguna medsos lain untuk me-retweet pernyataan berbunyi 'Jika Anda bukan reporter dan masih peduli soal laporan pajak Trump'.

Di Rusia, tagar berbunyi #TrumpPressConference menjadi trending topic selama konferensi pers berlangsung dan hingga beberapa jam setelahnya. "Jika Putin menyukai Donald Trump, saya menganggapnya sebagai aset, bukan kekurangan karena kita memiliki hubungan buruk dengan Rusia," ucap Trump merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya tidak tahu apakah saya akan akrab dengan Vladimir Putin. Saya harap demikian. Tapi ada kemungkinan tidak demikian," imbuhnya. Tercatat ada 80 ribu tweet secara global yang menggunakan tagar #TrumpPressConference. Perusahaan pemasaran teknologi digital global Amobee mencatat, 14 persen tweet bernada positif, 63 persen netral dan 23 persen bernada negatif.

Baca juga: Bantah Soal Video Tonton PSK, Trump: Itu Semua Berita Palsu!

Trump juga berjanji akan segera memulai perundingan soal pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko dan menegaskan Meksiko akan membayar biaya pembangunan. "Meksiko dalam beberapa bentuk ... akan mengganti uang kita," sebutnya. Menanggapi Trump, mantan Presiden Meksiko Vicente Fox menulis tweet berbunyi: "Tidak hari ini, tidak juga besok, tidak akan pernah Meksiko membayar untuk tembok konyol itu."

(nvc/ita)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads