Tim Penyidik Rusia Tiba di Turki Untuk Bantu Selidiki Pembunuhan Dubes

Tim Penyidik Rusia Tiba di Turki Untuk Bantu Selidiki Pembunuhan Dubes

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 20 Des 2016 19:12 WIB
Tim Penyidik Rusia Tiba di Turki Untuk Bantu Selidiki Pembunuhan Dubes
Momen mengerikan saat Dubes Rusia ditembak (AFP)
Ankara - Tim penyidik dari Rusia telah tiba di Ankara, Turki. Kedatangan tim penyidik ini untuk membantu investigasi pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov.

"Seperti diputuskan oleh dua pemimpin kami (Presiden Vladimir Putin dan Presiden Recep Tayyip Erdogan), kasus ini akan diselidiki secara bersama. Tim penyidik Rusia telah tiba di Ankara," tutur Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu dan dilansir media Turki, Daily Sabah, Selasa (20/12/2016).

Satu tim penyidik terdiri dari 18 personel, termasuk satu orang jaksa dan dua atase pertahanan Rusia. Mereka akan melakukan penyelidikan gabungan dengan otoritas Turki terkait pembunuhan Dubes Karlov.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Dubes Rusia Dibunuh di Turki, Kedubes AS dan Iran Ditutup Sementara

Dilaporkan media Inggris, ITV News, tim penyidik Rusia dan Turki akan mencari tahu apakah pelaku yang diidentifikasi bernama Mevlut Mert Altintas (22) bertindak seorang diri atau merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas.

Menlu Lavrov menyatakan, serangan teroris terhadap Dubes Karlov itu harus diselidiki secara menyeluruh. "Sesegera mungkin," imbuhnya.

Sementara itu, dalam pernyataan kepada Menlu Lavrov, pemimpin badan intelijen asing Rusia, SVR, Sergei Naryshkin, dan pemimpin badan keamanan domestik Rusia, FSB, Alexander Bortnikov, Presiden Putin memerintahkan agar kasus pembunuhan itu diselidiki secara tuntas.

"Kita harus tahu siapa yang mengarahkan tangan si pembunuh," ucap Putin seperti dilansir Reuters.

Baca juga: Dubes Dibunuh, Rusia dan Turki Sepakat Tingkatkan Upaya Perangi Terorisme

Otoritas Turki sebelumnya menyebut pelaku dicurigai terkait jaringan Organisasi Teroris Fethullah (FETO) yang dipimpin ulama ternama Fethullah Gulen, yang dianggap musuh negara oleh otoritas Turki. Gulen sendiri telah melontarkan kecaman atas pembunuhan ini dan meminta pelaku ditindak tegas.

Motif pembunuhan ini belum diketahui pasti. Pelaku saat beraksi sempat berteriak 'Jangan lupakan Aleppo, jangan lupakan Suriah!' dalam bahasa Turki serta seruan 'Allahu Akbar'.



(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads