PBB Serukan Aung San Suu Kyi Kunjungi Warga Rohingya di Rakhine

PBB Serukan Aung San Suu Kyi Kunjungi Warga Rohingya di Rakhine

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Des 2016 12:36 WIB
PBB Serukan Aung San Suu Kyi Kunjungi Warga Rohingya di Rakhine
Aung San Suu Kyi (Cathal McNaughton/REUTERS)
New York - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyerukan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi untuk mengunjungi langsung wilayah Rakhine yang dilanda konflik. Kunjungan ini perlu demi memastikan kepada warga sipil di sana, terutama minoritas muslim Rohingya, bahwa mereka akan dilindungi.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (9/12/2016), seruan ini diungkapkan di tengah berbagai tudingan yang menyebut tentara Myanmar melakukan pemerkosaan terhadap wanita Rohingya, pembakaran rumah-rumah warga dan pembunuhan warga sipil di Rakhine. Otoritas Myanmar telah menyangkal berbagai tudingan itu.

Otoritas Myanmar menegaskan, operasi militer di negara bagian Rakhine bertujuan mencari pelaku serangan terkoordinasi terhadap tiga pos perbatasan pada 9 Oktober lalu, yang menewaskan 9 personel kepolisian setempat. Suu Kyi, pekan lalu, menuding dunia internasional memancing kebencian di antara warga mayoritas Buddha dengan minoritas muslim Rohingya di Rakhine.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penolakan oleh otoritas Myanmar untuk bersikap tegas terhadap kalangan garis keras dan memberlakukan langkah yang defensif, bukannya pendekatan proaktif untuk memberikan keamanan bagi warga setempat, telah memicu frustrasi di kalangan setempat dan memicu kekecewaan di kalangan internasional," sebut Vijay Nambiar, yang merupakan penasihat khusus Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk Myanmar, dalam pernyataannya.

Baca juga: Terkait Krisis Rohingya, Mantan Sekjen PBB Serukan Myanmar Patuhi Hukum

"Hanya dengan menanggapi kekhawatiran ini secara konkret, akan memampukan pemerintah untuk menyelesaikan krisis dan menjaga posisi internasionalnya," imbuhnya.

Langkah konkret yang dimaksud adalah Suu Kyi yang juga bergelar Konselor Negara ini mengunjungi langsung Rakhine, yang menjadi tempat tinggal kebanyakan warga Rohingya.

"Saya juga menyerukan kepada Daw Suu untuk mengunjungi Maungdaw dan Buthidaung dan memastikan warga sipil di sana bahwa mereka akan dilindungi," ucap Nambiar, merujuk pada dua kota yang lumpuh akibat konflik di wilayah Rakhine.

Operasi militer Myanmar di Rakhine State telah menewaskan sedikitnya 86 orang dan memaksa lebih dari 21 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Krisis kemanusiaan di Rakhine ini menjadi tantangan tersendiri bagi Suu Kyi yang juga pemenang Nobel Perdamaian dan pernah berjanji akan mewujudkan rekonsiliasi di Rakhine.

Baca juga: Hindari Konflik di Myanmar, 21 Ribu Warga Rohingya Kabur ke Bangladesh

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads