Terinspirasi Obama, Anies-Sandi Gagas 'Galibu' Sokong Dana Kampanye

Terinspirasi Obama, Anies-Sandi Gagas 'Galibu' Sokong Dana Kampanye

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Jumat, 30 Sep 2016 11:00 WIB
Terinspirasi Obama, Anies-Sandi Gagas Galibu Sokong Dana Kampanye
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Timses kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno memiliki konsep "Gerakan Lima Puluh Ribu" (Galibu) sebagai sumber dana kampanye. Ketua Tim Pemenangan Mardani Ali Sera menyebut konsep itu terinspirasi salah satunya dari Presiden AS Barack Obama.

"Kita berharap ada public engagement dan public funding karena Mas Anies mengingatkan ini bukan kampanye. ini gerakan kampanye. Kita mengajak semua warga Jakarta aktif untuk bersama kita membangun gerakan agar Jakarta menjadi lebih baik," kata Mardani saat berbincang, Jumat (30/9/2016).

"Sebetulnya idenya banyak. Sejak zaman Obama di 2008 kan sudah mulai one dollar until five dollars. Tidak lagi menggunakan para pengusaha besar. Pak Jokowi di 2012 juga sama. Di PKS ada gerakan Rp 50 ribu memang,"sambung dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mardani Ali Sera (dok. PKS)Mardani Ali Sera (dok. PKS)

Nantinya, kata Mardani, publik melalui relawan bisa terlibat langsung dalam hajat politik yang besar ini. Mardani menambahkan, masyarakat Jakarta juga bisa ikut memantau langsung perkembangan dana kampanye.

"Kan sudah dibatasi perorangan maksimalnya, sudah ada aturannya. Kalau dari korporasi sudah ada batasan. Itu yang kita pakai. Tapi kami tidak melihat besaran. Kayak Rp 50 ribu itu juga sudah bagus sekali. Ini sudah menunjukkan partisipasi publik kepada proses politik yang selama ini kayak teralienasi, politik kerjaan orang parpol. Kita mau ubah. Semua orang punya hak untuk mengubah Jakarta," beber Mardani.

Untuk memastikan transparansi dari pengelolaan dana tersebut, Mardani mengatakan akan membuat rekening khusus. Rekening tersebut bisa sukses oleh publik.

"Semuanya dimasukkan dalam rekening yang terdaftar, bisa diakses publik dan selalu ada laporan yang teraudit tiap bulannya. Ini harus jadi rekening bersama yang bisa diakses dan diaudit, dan kita punya pertanggungjawaban publik. Akan lebih jelas apanya, siapanya," ungkap mantan jubir PKS itu.

"Kita mau transparansi dari awal. Karena menurut saya, semakin banyak publik yang terlibat makin sedikit keterlibatan para pembeli, makin sehat politik kita," imbuhnya. (wsn/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads