Christopher Cornell yang terkait kelompok radikal ISIS, disidang di pengadilan federal di Cincinnati pada Senin, 1 Agustus waktu setempat. Di persidangan, pria berumur 22 tahun itu mengaku telah berencana pergi ke Washington pada 20 Januari 2015 untuk merencanakan serangan yang melibatkan senjata api dan bom saat Obama berpidato.
"Ya, saya mengaku bersalah," ujarnya di persidangan seperti dilansir CBS News, Selasa (2/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cornell juga telah membeli senjata-senjata api di Colerain Township, yang terdiri dari dua senapan semiotomatis Armalite M-15 dan sekitar 600 butir peluru. Dia ditangkap setelah membeli senjata api tersebut.
Atas perbuatannya, pria muda itu menghadapi ancaman hukuman penjara maksimum 30 tahun. (ita/ita)











































