Dalam pidatonya di Konvensi Nasional Republik pada Kamis, 21 Juli waktu setempat, Trump tidak banyak menyampaikan detail mengenai kebijakan-kebijakannya. Dia hanya menyebut dirinya sebagai alternatif baru bagi para politisi tradisional, yang bersedia mempertimbangkan pendekatan baru untuk menyelesaikan masalah dan membantu masyarakat kelas pekerja yang mungkin merasa diabaikan.
"Saya telah bergabung dalam arena politik sehingga yang kuat tak bisa lagi menghajar orang-orang yang tak bisa membela diri mereka," tutur Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya, Trump menyalahkan Hillary atas munculnya kelompok radikal ISIS dan mengecam keputusan Hillary untuk menerima ribuan pengungsi Suriah.
"Setelah 15 tahun perang-perang di Timur Tengah, setelah triliunan dolar dihabiskan dan ribuan nyawa melayang, situasi kini lebih buruk daripada sebelumnya. Inilah warisan Hillary Clinton: kematian, kehancuran, terorisme dan kelemahan," tegas Trump.
Dalam pidatonya di konvensi partai Republik yang digelar di Cleveland, Ohio itu, Trump juga menuding Hillary (68) sebagai boneka bisnis, media elite, para donatur besar yang ingin mempertahankan sistem politik saat ini.
(ita/ita)











































