Berenang Larut Malam, Wanita 46 Tahun Tewas Diserang Buaya di Australia

Berenang Larut Malam, Wanita 46 Tahun Tewas Diserang Buaya di Australia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 30 Mei 2016 17:27 WIB
Berenang Larut Malam, Wanita 46 Tahun Tewas Diserang Buaya di Australia
Ilustrasi (Australia Plus ABC)
Queensland - Nekat berenang malam hari di pantai di salah satu taman nasional di Queensland, Australia, seorang wanita diserang seekor buaya. Akibat serangan ini, wanita itu kehilangan nyawanya.

Disampaikan kepolisian setempat, seperti dilansir Reuters, Senin (30/5/2016), wanita berusia 46 tahun ini dilaporkan hilang setelah pergi berenang bersama satu wanita lainnya pada Minggu (29/5) larut malam di pantai yang kedalamannya sekitar sepinggang, yang masuk wilayah taman nasional Queensland.

"Mereka merasakan ada sesuatu yang menyenggol mereka (di dalam air) dan seekor buaya berukuran besar diduga menyerang salah satu wanita dan menariknya ke dalam air," terang pengawas layanan ambulans negara bagian Queensland, Neil Noble, kepada wartawan setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Buaya Berusia 50 Tahun Ditangkap di Tepi Laut di Australia

Kepolisian setempat tidak banyak memberikan informasi, namun hanya menyatakan wanita itu dibawa pergi oleh seekor buaya. Sementara media-media lokal melaporkan, teman wanita korban berusaha menarik tubuh korban dari rahang si buaya, namun gagal.

Polisi tidak merilis identitas maupun asal kewarganegaraan wanita yang menjadi korban serangan buaya itu. Namun diketahui bahwa korban tinggal di Australia dan memiliki keluarga di Selandia Baru.

Kepada Reuters, seorang juru bicara kepolisian setempat menyatakan, upaya pencarian dan penyelamatan akan dilanjutkan pada Selasa (31/5) besok.

Baca juga: Australia akan Lelang 250 Ekor Buaya Tangkapan

Secara terpisah, anggota parlemen lokal, Warren Entsch, menyebut insiden ini terjadi di kawasan yang dikenal akan wisata tur buaya, dengan banyak papan peringatan bahaya di beberapa titik. Entsch menilai insiden semacam ini tidak seharusnya memicu balasan terhadap binatang-binatang yang melakukan penyerangan.

"Anda tidak bisa membuat undang-undang terhadap kebodohan manusia. Ini merupakan tragedi, tapi seharusnya bisa dihindari. Ada banyak papan peringatan di mana-mana di lokasi itu," tegas Entsch.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads