Namun demikian pihak Gedung Putih memastikan, Obama tidak akan menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi pada Agustus 1945 itu. Sebagai peraih Nobel Perdamaian untuk komitmennya pada nonproliferasi nuklir, Obama akan melakukan tur di situs bom nuklir pertama di dunia dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
"Dia tidak akan kembali pada keputusan untuk menggunakan bom atom di akhir Perang Dunia II. Sebaliknya, ia akan menawarkan visi ke depan difokuskan pada masa depan kita bersama," kata wakil penasihat keamanan nasional Obama, Ben Rhodes sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (11/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunjungan Obama ke Hiroshima ini menuai perdebatan di internal Gedung Putih. Ada kekhawatiran kunjungan Obama akan memunculkan kritik besar jika dipandang sebagai upaya permintaan maaf.
Mayoritas warga Amerika menilai pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki dapat dibenarkan demi mengakhiri perang dan menyelamatkan kehidupan. Namun masyarakat Jepang menilai peristiwa tersebut tak dapat dibenarkan karena menghilangkan ribuan nyawa warga sipil.
(kff/dnu)











































