Tidak lama kemudian, berdasarkan informasi yang diterima, polisi di Bangladesh menangkap lima orang yang diduga anggota kelompok sama yang baru saja dideportasi dari Singapura. Semua orang ini adalah penduduk pekerja migran di sana.
Kementerian dalam negeri Singapura menyatakan pemimpin kelompok itu memiliki sejumlah dokumen tentang pembuatan bom disamping daftar sejumlah orang yang akan dijadikan sasaran.
Pada bulan Januari, pihak berwenang Singapura menangkap 27 warga Bangladesh yang dituduh berencana atau ikut serta dalam tindakan ekstremisme.
Semua pria itu bekerja di perusahaan konstruksi di Singapura yang ditangkap pada pertengahan November hingga awal Desember 2015.
Mereka disebut sebagai anggota kelompok yang saling berbagi bahan-bahan radikal dan jihad serta berupaya merekrut warga Bangladesh lain di negara pulau itu.
(bag/bag)










































