Sedikitnya empat warga negara asing, yang terdiri atas tiga warga Israel dan satu warga Iran, tewas dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (19/3) waktu setempat. Ledakan mengguncang kawasan wisata Istiklal Caddesi yang ramai di Istanbul, saat akhir pekan.
Berbicara kepada wartawan setempat, seperti dilansir CNN, Senin (21/3/2016), Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala menyebut pelaku pengeboman bernama Mehmet Ozturk yang lahir tahun 1992. Pelaku diketahui tinggal di Gaziantep, sebuah kota di Turki bagian selatan, dekat perbatasan Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih mempertimbangkan dengan kepekaan tinggi soal keterkaitan kelompok lainnya di balik ledakan ini. Pertempuran melawan teror terus berlanjut," imbuhnya.
Baca juga: Kemlu: Tidak Ada Korban WNI dalam Tragedi Bom Bunuh Diri di Istanbul
Dilaporkan surat kabar setempat, Hurriyet, seperti dilansir AFP, pelaku diketahui pergi ke Suriah antara tahun 2013-2015 dan pernah diburu polisi setempat atas keterkaitan dengan sel militan ISIS di Turki.
Namun Ala menegaskan, pelaku tidak masuk daftar buronan polisi Turki dan otoritas Turki tidak pernah merilis perintah penangkapan untuk pelaku. Sementara itu, lima orang lainnya telah ditangkap terkait ledakan di Istanbul ini.
Dua korban tewas dalam ledakan ini merupakan warga asing dengan kewarganegaraan ganda, Amerika-Israel. Sedangkan dua korban tewas lainnya merupakan warga negara Israel dan warga Iran. Jasad ketiga warga Israel telah diterbangkan pulang pada Minggu (20/3) untuk dimakamkan.
Menteri Kesehatan Turki, Mehmet Muezzinoglu menyatakan, sebanyak 36 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden ini. Sebagian besar korban luka merupakan warga negara asing, termasuk 11 warga Israel lainnya.
Baca juga: Ledakan Bom Bunuh Diri Guncang Istanbul, 4 Orang Tewas
(nvc/ita)











































