Dua lembaga negara Amerika Serikat, yaitu National Security Council (NSC) dan Departemen Luar Negeri AS secara terpisah mengecam aksi ISIS dan turut berbela sungkwa kepada korban dalam serangan itu. Juru bicara NSC, Ned Price dalam pernyataannya yang dirilis halaman resmi Gedung Putih menyampaikan AS mengutuk keras serangan teroris di Jakarta yang membunuh dan melukai beberapa orang, termasuk penegak hukum.
Ned Price menambahkan, Amerika siap mendukung Indonesia dalam menangkap para pelaku serangan teroris. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan keamanan di masa depan, ia menyebut komitmen AS sangat kuat dalam kemitraan strategis dengan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti disampaikan Menlu Kerry pagi ini di London, kami bersama komunitas international dalam mengecam serangan ini, dan aksi teror tidak akan mengintimadasi negara-bangsa. Kita bersama-sama, kita semua, bersatu padu dalam memusnahkan mereka yang memilih teror," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam keterangannya, Jumat (15/1/2016).
Dalam halaman itu ditegaskan bahwa AS akan terus bekerja sama dengan mitra-mitranya di Indonesia dan seluruh dunia untuk memerangi ancaman teroris. Sementara itu, di kantor Perwakilan RI di New York AS telah dilakukan pengamanan oleh New York Police Department (NYPD) atas inisiatifnya sendiri.
"Mereka datang atas inisiatif sendiri tanpa kami minta. Sejak pukul 03.00 pagi tadi mereka sudah stand by," kata acting Konsul Jenderal RI di New York, Benny YP Siahaan, saat dihubungi detikcom, Kamis (14/1/2016). (dhn/dhn)











































