Serukan Larangan Muslim ke AS, Donald Trump Banjir Kecaman

Serukan Larangan Muslim ke AS, Donald Trump Banjir Kecaman

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 10:50 WIB
Serukan Larangan Muslim ke AS, Donald Trump Banjir Kecaman
Donald Trump (REUTERS/Randall Hill)
Washington - Kritikan dan kecaman menghujani bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, usai melontarkan seruan melarang warga muslim ke AS. Sebagian besar kecaman datang dari politikus maupun sesama bakal capres yang satu partai dengan Trump.

"Donald Trump tidak waras. Proposal 'kebijakannya' tidak serius," sebut bakal calon Presiden AS dari Partai Republik lainnya, Jeb Bush, via akun Twitter-nya, seperti dilansir Reuters, Selasa (8/12/2015).

Mantan Wakil Presiden AS dari Partai Republik, Dick Cheney, menyebut gagasan Trump ini bertentangan dengan semangat Amerika. "Keseluruhan gagasan yang entah bagaimana kita mengatakan tidak kepada muslim, sama saja melarang keseluruhan agama, ini bertentangan dengan semua hal yang kita perjuangkan dan kita yakini," ucap Cheney seperti dilansir CNN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui akun Twitter-nya, bakal calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton menyebut seruan Trump itu justru memicu perpecahan. "Ini sungguh tercela, penuh prasangka dan memecah belah. @RealDonaldTrump, Anda tidak memahami. Ini justru membuat kita semakin tidak aman. -H," tutur Hillary dalam pesan Twitter bertanda H yang berarti dirinya sendiri yang menulis pesan ini.

Bakal capres dari Partai Demokrat lainnya, Bernie Sanders menyebut Trump sebagai demagog atau penghasut rakyat. Pernyataan Trump yang kontroversial ini, menurutnya, akan membuat AS semakin lemah.

Tidak ketinggalan, Direktur Eksekutif Nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam, Nihad Awad juga ikut mengecam Trump. "Seruan ini sungguh keterlaluan datang dari seseorang yang berniat memegang jabatan tertinggi di negara ini. Ini sungguh sembrono dan jelas tidak bersifat Amerika. Donald Trump lebih terdengar seperti pemimpin massa tak terkendali, daripada negara besar seperti kita," tegas Awad.

Kecaman juga datang dari bakal capres AS dari Partai Republik lainnya seperti John Kasich yang kini menjabat Gubernur Ohio, Lindsey Graham yang kini menjadi Senator South Carolina, Chris Christie yang kini menjabat Gubernur New Jersey, serta Marco Rubio yang kini menjadi Senator Florida.

Sementara, satu dukungan datang dari cendekiawan politik dan sosial konservatif AS, Ann Coulter, yang menyemangati Trump. "GO TRUMP, GO!" tulisnya via media sosial.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads