"Donald Trump tidak waras. Proposal 'kebijakannya' tidak serius," sebut bakal calon Presiden AS dari Partai Republik lainnya, Jeb Bush, via akun Twitter-nya, seperti dilansir Reuters, Selasa (8/12/2015).
Mantan Wakil Presiden AS dari Partai Republik, Dick Cheney, menyebut gagasan Trump ini bertentangan dengan semangat Amerika. "Keseluruhan gagasan yang entah bagaimana kita mengatakan tidak kepada muslim, sama saja melarang keseluruhan agama, ini bertentangan dengan semua hal yang kita perjuangkan dan kita yakini," ucap Cheney seperti dilansir CNN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bakal capres dari Partai Demokrat lainnya, Bernie Sanders menyebut Trump sebagai demagog atau penghasut rakyat. Pernyataan Trump yang kontroversial ini, menurutnya, akan membuat AS semakin lemah.
Tidak ketinggalan, Direktur Eksekutif Nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam, Nihad Awad juga ikut mengecam Trump. "Seruan ini sungguh keterlaluan datang dari seseorang yang berniat memegang jabatan tertinggi di negara ini. Ini sungguh sembrono dan jelas tidak bersifat Amerika. Donald Trump lebih terdengar seperti pemimpin massa tak terkendali, daripada negara besar seperti kita," tegas Awad.
Kecaman juga datang dari bakal capres AS dari Partai Republik lainnya seperti John Kasich yang kini menjabat Gubernur Ohio, Lindsey Graham yang kini menjadi Senator South Carolina, Chris Christie yang kini menjabat Gubernur New Jersey, serta Marco Rubio yang kini menjadi Senator Florida.
Sementara, satu dukungan datang dari cendekiawan politik dan sosial konservatif AS, Ann Coulter, yang menyemangati Trump. "GO TRUMP, GO!" tulisnya via media sosial.
(nvc/nwk)











































