"Seperti kehilangan ingatan atau kesadaran tiba-tiba. Dia tidak tahu kalau sudah berada di Arab Saudi," kata Indriani yang bertugas sebagai tenaga kesehatan kloter kepada tim MCH, Kamis (3/9/2015), merujuk salah satu kasus masalah kejiwaan.
Berdasarkan data yang diterima tim MCH, semua jemaah yang mengamai masalah kejiwaan dirawat di BPHI Madinah. Mereka terdiri dari 6 laki-laki dan 3 perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlahnya ratusan," kata Handoko merujuk jumlah jemaah hipertensi baik yang dirawat atau tidak.
Handoko merinci, dari 61 jamaah yang harus mendapatkan rawat inap, 48 orang di antaranya dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah. Adapun 13 orang lainnya harus dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi (RSAS) di Madinah guna mendapatkan penanganan yang lebih baik.
Jemaah yang dibawa ke RS Arab Saudi adalah jemaah yang memiliki penyakit berat. Dua jamaah adalah pasien penyakit paru-paru kronis, satu pasien penderita syndrome lupus, satu pasien anemia, satu pasien gagal ginjal, dan satu pasien gangguan pembuluh darah otak. (gah/mad)











































