Prediksi kedua lembaga survei itu pada 9 Juli adalah: Puskaptis: Prabowo-Hatta 52,05%, Jokowi-JK 47,95%, IRC: Prabowo-Hatta 51,11%, Jokowi-JK 48,89%.
Sementara hasil real count KPU menunjukkan angka: Prabowo-Hatta, mendapat 62.576.444 (46,85 persen), Jokowi-JK memperoleh hasil 70.997.833 (53,15 persen).
Dari segi selisih dengan real count, kedua lembaga itu jelas jauh berbeda. Puskaptis memiliki perbedaan angka sebesar 5,20 %, sementara IRC selisihnya 4,26%. Padahal mereka sama-sama mematok margin error +-1%. Artinya, dalam prediksi mereka, kemungkinan perbedaan data dengan real count tidak akan lebih dari 1 persen. Namun kenyataannya sangat jauh.
Dari segi pengambilan sampel, Puskaptis menggunakan 1.250 TPS, sedangkan IRC memakai sampel 2.000 TPS.
Dua lembaga survei lain yang memenangkan Prabowo-Hatta adalah JSI dan LSN. Keduanya juga memiliki selisih cukup jauh dari real count. JSI berbeda 2,99% dan LSN 2,96%. Namun dalam margin error, keduanya masih masuk dalam zona aman. Sebab bila dikurangi satu persen, maka hasilnya bisa memenangkan Jokowi-JK.
IRC dalam quick count lalu didanai oleh MNC Group, seperti RCTI, MNC TV dan Global TV. Perusahaan milik taipan Hary Tanoe tersebut menggelontorkan dana hingga Rp 2,5 miliar untuk quick count. Sementara Puskaptis menghabiskan dana hingga Rp 1-1,2 miliar. Mereka mengklaim dananya berasal dari pribadi, namun publikasinya dibantu oleh tvOne.
(mad/nrl)











































