The Matchmaker

Anda Pilih Pasangan Anies-Khofifah Atau Ganjar-Khofifah?

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 27 Apr 2022 11:31 WIB
Tahapan Pilkada Serentak di Jatim Dimulai, Khofifah Imbau Tetap Gunakan Protokol Kesehatan

Hilda Meilisa Rinanda 

Surabaya - Pendaftaran bakal calon bupati wali kota di Pilkada Serentak 2020 telah berlangsung mulai hari ini. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh bakal pasangan calon (paslon) kepala daerah agar ketat menerapkan protokol pencegahan COVID-19.

Khofifah juga meminta, baik paslon dan partai politik yang mengantarkan tidak membawa massa relawan secara besar. Hal ini karena masih dalam situasi pandemi COVID-19. 

“Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini memang pelibatan massa perlu dipertimbangkan kembali. Risiko penularan menjadi sangat besar jika massa tumpah ruah saat pendaftaran karena dorongan semangat untuk menyukseskan,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (4/9/2020).

Khofifah juga berpesan pada KPU dan Bawaslu Jatim agar terus memantau update zonasi di wilayahnya masing-masing. Hal ini untuk mengkordinasikan pelaksanaan Pilkada, serta menjaga keselamatan warga yang ingin memberikan suaranya.

“Zonasi-zonasi ini menjadi penting. Masing-masing Bawaslu dan KPU Kabupaten Kota harus melakukan update mingguan untuk melihat apakah Kabupatennya ini zonanya kuning, hijau atau merah. Setelah itu cek kecamatan dan desanya. Bisa saja zonasi di kabupaten atau kota termasuk oranye atau merah tetapi kecamatannya hijau atau kuning, begitu pula desa dan kelurahannya,” pesan Khofifah. 

Tak hanya itu, Khofifah menyebut pelaksanaan sistem dan tata cara Pilkada juga patut menjadi perhatian. Pelaksanaan Pilkada nantinya diharapkan tidak akan membuat kerumunan yang bisa membahayakan. 

Untuk itu, fleksibilitas dari KPU dan Bawaslu memiliki peran penting dalam mengatur sirkulasi pemilih di TPS agar semua aman dan kondusif.

“Fleksibilitas waktu pemilihan pasti harus dikomunikasikan ke masyarakat. Pembagian waktu pemilihan itu saya mohon kepada seluruh jajaran Bawaslu dan KPU memberikan opsi jika jam yang ditentukan perlu disesuaikan akibat satu dan lain hal, tetapi jam berahirnya masa pencoblosan tetap tidak berubah,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Khofifah mencontohkan jika pada Pilkada sebelumnya waktu maksimal adalah jam 1. Maka, pada Pilkada kali ini.ditambah dengan pembagian tahapan untuk menghindari penumpukan calon pemilih di dalam TPS. 

Untuk itu, peran identifikasi oleh masing-masing TPS harus terus dijalankan. Khofifah juga mengaku optimis akan pelaksanaan Pilkada yang diikuti 19 Kabupaten dan Kota ini.

Dari data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat capaian IDI (Indeks Demokrasi Indonesia) Jatim mengalami peningkatan sebesar 4,82 poin menjadi 77,68 dalam skala 0 sampai dengan 100. Capaian ini menjadi suatu sinyal bagus guna terselenggaranya Pilkada serentak yang berkualitas pada Desember mendatang.
Foto: Khofifah Indar Parawansa (Hilda Meilisa Rinanda)
Jakarta -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diduetkan sebagai cawapres dengan sejumlah capres potensial di 2024 berdasarkan survei elektabilitas Charta Politika. Hasilnya, Khofifah berelektabilitas cukup tinggi ketika diduetkan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut anda Khofifah paling cocok duet dengan siapa?

Survei terbaru Charta Politika tersebut digelar pada 10-17 April 2022 di 122 desa/kelurahan yang tersebar di Indonesia dengan melibatkan 1.220 responden. Survei tersebut menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat atau multistage random sampling dengan margin of error survei ini +- 2,83% pada tingkat kepercayaan atau level of confidence sebesar 95%.

Responden diajukan pertanyaan, 'Seandainya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan hari ini, pasangan manakah yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih?'. Charta Politika membuat beberapa skema dalam simulasi capres-cawapres 2024.

Berikut hasilnya:

Simulasi 1:
Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno: 34,3%
Anies Baswedan-Khofifah Indar: 27,3%
Prabowo Subianto-Puan Maharani: 23,8%
Tidak tahu/tidak jawab: 14,6%

Ganjar Pranowo-Erick Thohir: 33,6%
Anies Baswedan-AHY: 27,0%
Prabowo Subianto-Puan Maharani: 23,3%
Tidak tahu/tidak jawab: 16,1%

Simulasi 2:
Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil: 34,1%
Anies Baswedan-AHY: 27,0%
Prabowo Subianto-Puan Maharani: 25,5%
Tidak tahu/tidak jawab: 13,4%

Ganjar Pranowo-Khofifah Indar: 33,3%
Anies Baswedan-AHY: 27,3%
Prabowo Subianto-Puan Maharani: 24,5%
Tidak tahu/tidak jawab: 14,9%

Berdasarkan dua simulasi Charta Politika tersebut tampak Khofifah memiliki elektabilitas tinggi ketika dipasangkan sebagai cawapres dengan Anies ataupun Ganjar. Bahkan terlihat elektabilitas pasangan Ganjar dan Khofifah memiliki elektabilitas tertinggi jika dibandingkan dengan pasangan Anies-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ataupun Prabowo Subianto-Puan Maharani.

Lantas, menurut Anda pembaca detikcom, Khofifah lebih baik berduet dengan siapa? Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar komparasi detikcom!

Simak juga video 'PPP Jakarta Dukung Duet Anies-Khofifah Maju Pilpres 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/tor)