detikNews
Senin 12 Agustus 2019, 18:40 WIB

Pro-kontra

Muncul Ide Taksi Online Bebas Ganjil Genap, Pro atau Kontra?

Tim detikcom - detikNews
Muncul Ide Taksi Online Bebas Ganjil Genap, Pro atau Kontra? Foto ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, ingin taksi online tak dikenakan pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap di Jakarta. Setujukah Anda?

Perluasan ganjil genap di Jakarta ini dinilai Menhub perlu mengecualikan taksi online, soalnya taksi konvensional yang berpelat nomor warna kuning juga tak kena ganjil genap. Bila taksi online sama-sama tak kena ganjil genap, maka nilai kesetaraan akan terwujud.

"Kalau taksi biasa boleh, mestinya mereka boleh juga, itu yang saya sampaikan equlity," kata Budi Karya di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (11/8/2019).



Budi menjelaskan, hingga saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemprov DKI Jakarta terus berkomunikasi. Namun, belum maksimal lantaran rencana kebijakan itu berlangsung cepat dan sejalan dengan itu taksi online belum punya tanda khusus.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan punya pandangan senada dengan gagasan Budi. Bahkan pihak Anies sudah berkomunikasi dengan pihak perusahaan aplikasi taksi online untuk berembuk tanda apa yang cocok untuk membedakan taksi online dengan mobil biasa.



"Bukan hanya Pak Menhub, hari Jumat kemarin sudah bertemu dengan pengelola Grab. Saya bertemu Grab bersama dengan Pak Kepala Dinas (Perhubungan) dan sekarang ini, Dinas Perhubungan dan pengelola Grab sedang membicarakan tentang penandaan," kata Anies kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat.

Kini pihak Pemprov DKI dan pihak perusahaan taksi online tengah mencari cara agar angkutan online itu mendapat tanda bebas ganjil-genap. Saat ini, pengecualian ganjil-genap hanya untuk angkutan umum dengan pelat nomor polisi (nopol) kuning.



Di sisi lain, ada yang tidak setuju dengan ide itu. Pengamat Transportasi Univesitas Katolik Soegijapranata (Unika), Djoko Setijowarno mengatakan jika ide Budi dan Anies itu terealisasi, maka bisa jadi banyak orang yang mendaftar menjadi pengemudi taksi online untuk menghindari ganjil genap.

"Bisa jadi semua pemilik mobil nantinya mendaftarkan diri ikut taksi online. Percuma daerah buat program kebijakan transportasi," tulisnya dalam keterangan resminya.



Apakah Anda menganggap ide taksi online tak kena ganjil genap sebagai ide bagus? Ataukah Anda berpandangan sebaiknya ide ini jangan diterapkan? Suarakan pendapat Anda di kolom komentar.




Tonton Video Menhub Minta Ganjil-Genap Adil Buat Taksi Online:

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/imk)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed