Salah satunya adalah mengambil program doktor di Universitas Malaya, Malaysia yang menghantarkan dia sebagai doktor dengan diseratsi mengenai perbandingan partai UMNO dan PKB.
Sebagai karya besarnya itu, Gus Choi panggilan akrabnya, mengabadikan hasil penelitian itu dalam buku yang baru diluncurkan pada Selasa (29/6/2009) di salah satu kafe di Jakarta. Buku berjudul 'Islam-Nasionalisme-UMNO-PKB, Studi Komparasi dan Diplomasi' diluncurkan di kafe 'Pak Datuk-Cabang Dumai', kawasan Blok M, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir dalam peluncuran buku dan Halaqah Ukhuwah Wathaniyah Indonesia-Malaysia itu antara lain Menhan RI Juwono Sudarsono, Menhan Malaysia Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi, Dubes Malaysia untuk Indonesia Dato’ Rastam Mohammad Isa, Wakil Menlu RI Triyono Wibowo, Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ikrar Nusabakti, Wakil Ketua MPR RI Moeryati Soedibyo, AM Fatwa, dan beberapa anggota Komisi I DPR RI.
Dalam sambutannya, Gus Choi mengangkat tema dari masalah yang dibahas dari buku hasil disertasinya itu. Mantan ketua FKB DPR ini menjelaskan soal alasan menyandingkan UMNO dengan PKB, bukan Golkar.
"Kalau dari sisi lama berkuasanya memang sama antara Golkar dengan UMNO. Tapi dalam anggaran dasar partainya, Golkar sama sekali tidak menyebutkan Islam sebagai salah satu landasan perjuangannya. Dan PKB menyebutkan Islam, demikian pula UMNO," jelas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.
Dalam kesempatan ini, Gus Choi juga menyinggung perlunya hidup bertetangga yang baik antara Indonesia dan Malaysia. Bertetangga yang baik ini tidak hanya dijadikan jargon tetapi menjadi manifestasi dari masing-masing pemimpin kedua negara untuk sama-sama memperbaiki kesalahan yang pernah ada dan berkomitmen untuk saling menghormati serta menghargai.
"Sebagai tetangga, kita tidak bisa memilih. Kalau kawan dan lawan kita bisa memilih. Tetapi kalau kita, Indonesia, Malaysia, Singapura, Philipina, Vietnam itu selamanya akan tetap menjadi tetangga. Karena itu sebagai tetangga kita harus sama-sama saling menghargai dan selalu mencari solusi dari persoalan yang dihadapi demi masa depan kehidupan berbangsa yang lebih sehat," pungkas Gus Choi.
(yid/nwk)










































