Dicopot, Ruhut Bilang Strategi

Dicopot, Ruhut Bilang Strategi

- detikNews
Selasa, 09 Jun 2009 17:16 WIB
 Dicopot, Ruhut Bilang Strategi
Jakarta - Politisi Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul makin terkenal setelah 'insiden Arab' terjadi. Setelah dia dijauhkan dari wartawan, Ruhut diberi sanksi lagi. Dia dicopot dari tim kampanye dan jurkamnas SBY-Boediono.

Tapi, bukan Ruhut kalau tidak bisa berdiplomasi. Saat ditanya mengenai pencopotan dari tim kampanye dan Jurkamnas, politisi yang juga pengacara terkenal ini bukan memperlihatkan kekecewaan, tapi malah mengaku ini sebagai strategi.

"Pencoretan nama saya sebagai jurkamnas hanya sebuah strategi. Pak SBY bilang Hut, jangan kendor menghadapi serangan lawan," kata Ruhut melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Selasa (9/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruhut yang merupakan anggota DPR terpilih untuk periode 2009-2014 itu tidak begitu saja menyerah setelah dipecat. Ruhut mengaku mendapat tugas khusus sebagai bayonet yang siap memenangkan SBY-Boediono dalam satu putaran. "Saat ini saya dipercaya menjadi bayonet untuk memenangkan SBY-Boediono," tegasnya.

Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono mengadakan reshuffle. Dua pejabat teras DPP PD, Ruhut Sitompul dan Ahmad Mubarok, dicopot dari daftar juru kampanye nasional pasangan SBY-Boediono dengan alasan tengah mendapatkan tugas lain.

Perihal reshuffle ini diketahui dari surat pemberitahuan resmi yang diterima KPU pada 4 Juni lalu. Berikut isi surat tertanggal 1 Juni 2009 yang ditandatangi oleh Hatta Rajasa dan Marzuki Ali selaku Ketua dan Sekretaris Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono.

"Bersama ini kami memberitahukan bahwa selaku Timkamnas SBY-Boediono melakukan perubahan. Yaitu saudara Ruhut Sitompul digantikan oleh Amir Sambodo dan Prof. DR. Ahmad Mubarok digantikan saudara Achdari. Terhitung sejak 2 Juni 2009 karena yang bersangkutan mendapat tugas lain".

(ddg/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads