"Borong dong Pak," celetuk salah seorang warga.
"Saya tidak punya burung," tolak Boediono halus, sambil tersenyum di Pasar Inpres Jelambar, Jl Inpres, Jakarta Barat, Jumat (5/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"2 juta Pak," jawab Carmat.
Mendengar jawaban Carmat, Boediono sedikit terkejut sambil manggut-manggut. "Nanti, saya nabung dulu baru beli," timpal ekonom kelahiran Blitar ini.
Kepada Boediono, Carmat mengaku penghasilannya menurun drastis sejak ada flu burung. Mendengar keluhan tersebut Boediono mengaku tidak bisa berbuat banyak, hanya saja dia berharap flu burung dapat segera hilang agar pendapat pedagang burung bisa normal kembali.
"Kalau flu burung saya tidak bisa apa-apa, mudah-mudahan saja bisa cepat selesai," harapnya.
Kedatangan Boediono ke Pasar Inpres Jelambar disambut antusias oleh para pedagang maupun warga sekitar. Mereka berebut salaman, ada juga ibu-ibu yang meminta agar anaknya digendong, bahkan seorang ibu hamil meminta agar kandungannya dielus.
Dengan sikap ramah penuh dengan senyuman Boediono melayani semua permintaan mereka, tak lupa Boediono juga meminta agar didoakan untuk bertarung pada pilpres nanti. "Doakan saja ya," pinta pria kalem ini.
"Iya didoakan, sukses ya Pak," jawab sejumlah ibu-ibu di pasar.
(did/nrl)











































