Guru Besar UPI Sebut Sosok Ridwan Kamil Beda dengan Puan-Ganjar-Anies

ADVERTISEMENT

Guru Besar UPI Sebut Sosok Ridwan Kamil Beda dengan Puan-Ganjar-Anies

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 05 Des 2022 23:25 WIB
Jakarta -

Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi menilai Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil adalah sosok pemimpin yang modern dan peka terhadap perkembangan teknologi. Karim pun menilai Ridwan Kamil berbeda dengan sosok lainnya yang berada dalam pusaran bursa Capres 2024, seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

"Ini perspektif saya, salah satu keunggulan Ridwan Kamil saya melihat performance saja baik ketika menjadi wali kota baik menjadi gubernur, ada 3 ciri frame yang khusus," kata Karim dalam acara 'Adu Perspektif: Mereka yang Bisa Jadi Kejutan di Tahun Politik' kolaborasi detikcom dan Total Politik, Senin (5/12/2022).

"Yang pertama dia modern sari sisi pemerintahan, anda melihat misalnya beberapa taman, beberapa urusan diserahkan kepada beberapa komunitas dan pemerintahan yang berbasis komunitas yang mengandalkan kesukarelaan itu sangat modern," imbuhnya.

Selain itu, Karim juga menilai Ridwan Kamil adalah sosok yang peka terhadap perkembangan teknologi. Dia lantas menyinggung program Ridwan Kamil soal sistem teknologi informasi Jabar dalam merespons pandemi Corona hingga gempa Cianjur.

"Yang kedua, dia sangat ramah dan peka terhadap perkembangan teknologi. Bayangkan misalnya hanya 18 hari setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama COVID, Jawa Barat punya pusat informasi COVID Jawa Barat. Hanya 3 hari setelah kejadian gempa bumi Jawa Barat punya Pisodapur. Nah jadi respons-respons semacam itu menandakan bahwa di tengah masalah ada solusi," katanya.

Lebih lanjut, Karim menyebut Ridwan Kamil adalah sosok yang dekat dengan anak muda. Dia lantas mencontohkan program pertanian milenial Jawa Barat.

"Ada program petani milenial, dia mungkin tergugah bahwa hanya sekitar 30 persen petani yang berusia 40 tahun ke bawah. Jadi masa depan pertanian seperti apa. Kemudian ada one pesantren one product, karena faktanya Jawa Barat pemilik pesantren terbesar," katanya.

Karim lalu bertanya kepada politikus yang hadir dalam acara yang sama yaitu Ketua DPP Golkar Dave Laksono, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek dan Ketua DPP PAN Bima Arya apakah tidak tergoda dengan sosok Ridwan Kamil.

"Nah jadi sebenarnya saya ingin bertanya kepada Mas Dave, Mas Awiek, atau Kang Bima apakah partai politik tidak tergoda dengan sosok seperti ini? Sebab saya hanya bisa melihat, yang memutuskan hanya Abang-abanglah itu untuk mengetuk hati pimpinannya," ujar Karim.

"Sekali lagi kan jawabannya sudah terlontar, 'ingin menang, bukan sekedar ingin ikut serta dalam pemilu'" imbuhnya.

RK Dinilai Berbeda dengan Anies-Ganjar-Puan

Selain itu, Karim menilai Ridwan Kamil berbeda dengan Anies, Ganjar dan Puan. Dia menilai hubungan Ganjar dan Puan seperti asam dan basa.

"Kemudian yang kedua, saya melihat orang yang satu ini agak beda ya kalau dibanding-banding dengan misalnya dengan Mbak Puan dengan Mas Ganjar atau dengan Mas Anies. Bedanya di mana? Mas Ganjar dengan Mbak Puan ini kan seperti asam dan basa, gitu ya, satu mendorong satu menarik sehingga 2 orang ini pasti lebih populer, karena yang satu mendongkrak yang lain. Misalnya orang yang menyukai Puan itu menekan Ganjar, orang yang mendorong Ganjar, menekan Puan," tuturnya.

"Demikian juga soal Anies, ada kelompok yang sangat suka dan dan fanatik, tapi kelompok lain ada yang ketakutan," ujarnya.

Karim menilai musuh Ridwan Kamil adalah orang-orang yang belum mengenalnya. Hal itu, kata dia, merujuk pada beberapa survei.

"Ridwan Kamil itu flat, musuhnya adalah orang-orang yang belum mengenal, orang-orang yang belum tahu. Sebab kalau saya mengendus beberapa hasil survei, saya tidak menemukan penolakan, yang ada ketidaktahuan. Nah begitu orang-orang yang tidak tahu ini menjadi tahu, ada kecenderungan untuk tertarik," katanya.

(lir/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT