Hensat: PKS Rugi Kalau 'Rujuk' Berkoalisi dengan Gerindra

ADVERTISEMENT

Hensat: PKS Rugi Kalau 'Rujuk' Berkoalisi dengan Gerindra

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 05 Des 2022 18:42 WIB
Hendri Satrio
Hendri Satrio. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mencuat wacana Partai Gerindra dan PKS kembali dalam satu koalisi dalam menghadapi Pilpres 2024. Founder lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio atau Hensat menilai munculnya wacana ini justru bakal berpeluang membawa kerugian elektoral bagi PKS.

"Gini, kalau baru isu itu kan kita susah nih menilainya, tapi menurut saya akan sulit Gerindra dan PKS itu rujuk," kata Hensat mengawali analisisnya, Senin (5/12/2022).

Hensat menilai wacana 'rujuk' itu sulit diwujudkan karena faktor historis keduanya pada kontestasi pilkada dan pilpres sebelumnya. "Sulit, karena beberapa hal, terutama tentang bagaimana perseteruan Gerindra dan PKS di Pilkada DKI Jakarta dan Pilpres 2019 yang menempatkan kader Gerindra sebagai capresnya, Pak Prabowo, waktu itu," katanya.

Menurut Hensat, inilah saatnya bagi PKS untuk membuat hasil yang berbeda di Pilpres 2024 mendatang, yakni dengan mengusung Anies Baswedan bersama calon mitra koalisinya, NasDem dan Demokrat.

"Nah sebetulnya sampai saat ini tidak ada perubahan nasibnya Anies Baswedan dengan sebelum-sebelumnya. Jadi Anies memang masih sebagai calonnya NasDem. Nah sebetulnya kesempatan PKS untuk menghasilkan hasil pilpres yang berbeda dengan 2019 itu ya memang bekerja sama dengan NasDem," ujar dia.

Hensat memprediksi wacana PKS akan bergabung dengan poros lain ini justru akan menjadi liar. Hal ini, katanya, justru akan merugikan PKS dan Demokrat.

"Jadi selama PKS dan Demokrat belum memberikan keputusan atau belum mendeklarasikan Anies Baswedan, isu-isu ini akan terus berkembang dan jalan, nah tentu saja akan merugikan PKS dan Demokrat bila isu-isu ini dibiarkan untuk beredar di masyarakat seperti bola liar," katanya.

Hensat menjabarkan, isu liar itu dapat membuat konstituen PKS 'kabur' ke NasDem. Tak hanya itu, Hensat mengatakan hal itu bakal melekatkan brand Anies Baswedan ke NasDem.

"Apa kerugian buat PKS? Yang pertama adalah konstituen PKS justru dari awal akan pisah. Konstituen PKS yang memang pro ke Anies Baswedan sejak awal bisa langsung menentukan pilihan ke NasDem," katanya.

"Kemudian yang kedua, ya, akan semakin lekat brand-nya NasDem di diri Anies Baswedan sehingga kesempatannya PKS dan Demokrat hanyalah memiliki brand atau merk di sosok wakil presiden. Gitu kira-kira," imbuhnya.

(fca/rfs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT