Balasan Menohok PKS ke Fahri Hamzah soal Sindiran Tiket Palsu

ADVERTISEMENT

Balasan Menohok PKS ke Fahri Hamzah soal Sindiran Tiket Palsu

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 05 Des 2022 17:34 WIB
Mardani Ali Sera. (Screenshot video Mardani Ali Sera).
Foto: Mardani Ali Sera. (Screenshot video Mardani Ali Sera).
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Fahri Hamzah menyinggung tiket palsu saat mengomentari wacana rujuk Koalisi Gerindra dan PKS. PKS membalas Fahri agar jangan 'baper' terkait wacana itu.

"Jangan baper. Semua masih proses," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Senin (5/12/2022).

Mardani mengatakan pihaknya nyaman berkomunikasi dengan parpol lainnya. Menurunya, saat ini PKS sedang dalam proses finalisasi musyawarah bareng calon penggagas 'Koalisi Perubahan', yakni NasDem dan Demokrat.

"PKS nyaman komunikasi dengan banyak parpol. Saat ini sedang finalisasi musyawarah bareng NasDem dan Demokrat," katanya.

Namun dia menegaskan PKS masih terbuka dengan parpol lain sembari memantapkan proses pembentukan 'Koalisi Perubahan'. "Tapi saat dihubungi parpol lain kita monggo. Sambil menjelaskan posisi saat ini sedang dengan NasDem dan Demokrat," ujarnya.

Sindiran Fahri Hamzah

Sebelumnya, Fahri Hamzah menyampaikan mencuatnya isu rujuk Gerindra dan PKS menegaskan pendapatnya bahwa belum ada koalisi hingga 7 September 2023.

"Itu menegaskan omongan saya yang lama bahwa sampai 7 September 2023 belum ada yang namanya koalisi," katanya.

Dia menegaskan lagi tidak ada yang namanya koalisi hingga semua jelas sampai tahun depan. Menurutnya, kejelasan koalisi 2024 akan tampak saat pendaftaran paslon capres dan cawapres.

"Nggak ada koalisi sampai dengan 7 September 2023. Karena pendaftaran 7 sampai 13 September," ujarnya.

Fahri meminta partai politik yang merasa punya tiket Pilpres 2024 untuk sadar diri. Menurutnya, tiket tersebut masih bersifat palsu.

"Semua partai politik sekarang ini terutama yang merasa sudah punya tiket tuh harus sadar diri bahwa sebenarnya tiket mereka itu tiket yang nggak bisa dipakai alias tiket palsu karena itulah sikap mereka sekarang ini yang mengumumkan calon presiden atau membentuk koalisi sebenarnya adalah tindakan ilegal yang sangat mengganggu kebaikan dari proses penyelenggaraan Pemilu ke depan," katanya.

"Jadi kesadaran inilah yang kita minta dari mereka mudah-mudahan pada sadar," ujar Fahri Hamzah.

Lihat juga video 'Dasco soal Wacana Rujuk Koalisi Gerindra-PKS: Komunikasi Sering Dilakukan':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT