Isu Rujuk Gerindra-PKS, Fahri Hamzah Sindir Parpol Pegang Tiket Palsu

ADVERTISEMENT

Isu Rujuk Gerindra-PKS, Fahri Hamzah Sindir Parpol Pegang Tiket Palsu

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Senin, 05 Des 2022 15:37 WIB
Fahri Hamzah
Foto: Fahri Hamzah (dok.Istimewa).
Jakarta -

Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah merespons mencuatnya isu Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) rujuk untuk Pemilu 2024. Fahri Hamzah merespons singkat isu tersebut.

"Hmmm...," kata Fahri Hamzah singkat melalui akun Twitternya @Fahrihamzah seperti dilihat detikcom, Senin (5/12/2022).

Fahri Hamzah lalu menjelaskan lebih lanjut alasannya mencuit demikian. Dia menyampaikan, mencuatnya isu rujuk Gerindra dan PKS menegaskan pendapatnya bahwa belum ada koalisi hingga 7 September 2023.

"Itu menegaskan omongan saya yang lama bahwa sampai 7 September 2023 belum ada yang namanya koalisi," katanya.

Dia menegaskan lagi tidak ada yang namanya koalisi hingga semua jelas sampai tahun depan. Menurutnya, kejelasan koalisi 2024 akan tampak saat pendaftaran paslon capres dan cawapres.

"Nggak ada koalisi sampai dengan 7 September 2023. Karena pendaftaran 7 sampai 13 September," ujarnya.

Fahri meminta partai politik yang merasa punya tiket Pilpres 2024 untuk sadar diri. Menurutnya, tiket tersebut masih bersifat palsu. Apa maksud Fahri?

"Semua partai politik sekarang ini terutama yang merasa sudah punya tiket tuh harus sadar diri bahwa sebenarnya tiket mereka itu tiket yang nggak bisa dipakai alias tiket palsu karena itulah sikap mereka sekarang ini yang mengumumkan calon presiden atau membentuk koalisi sebenarnya adalah tindakan ilegal yang sangat mengganggu kebaikan dari proses penyelenggaraan Pemilu ke depan," katanya.

"Jadi kesadaran inilah yang kita minta dari mereka mudah-mudahan pada sadar," ujar Fahri Hamzah.

Isu Gerindra dan PKS Rujuk

Wacana rujuk ini berangkat dari pernyataan Waketum Partai Gerindra Fadli Zon usai acara pengukuhan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjadi guru besar di Sentul, Bogor. Saat itu, Fadli Zon menjelaskan dirinya yang akrab dengan Sekjen PKS Aboe Bakar Al-Habsyi.

"Dari dulu juga akrab, pertanyaannya mudah-mudahan kita bisa bergabung lagi bersama-sama, semua masih cairlah maksudnya masih belum bisa kita menentukan sampai mendekati waktu tenggatnya," kata Fadli Zon di Bogor, Kamis (1/12) lalu.

Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad juga bicara terkait peluang kans koalisi Gerindra dan PKS yang dibicarakan Fadli Zon. Dasco menganggap rencana tersebut sebagai bagian dari dinamika politik menjelang 2024.

"Ya kan itu ditanya kepada Pak Fadli tentang kemungkinan-kemungkinan koalisi. Kan Pak Fadli secara normatif menjawab bahwa kemungkinan itu semua terbuka. Bahwa kemudian ada pro dan kontra terhadap koalisi Gerindra dan PKS, ya, itu dinamika yang terjadi dan kita anggap biasa aja dalam dinamika politik ini," kata Dasco kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/12).

Dasco pun menganggap rencana koalisi itu sebagai bumbu dalam pesta demokrasi. "Sehingga yang disampaikan dan apa yang terjadi kita anggap ya sebagai bumbu-bumbu daripada pesta demokrasi kita," ujar dia.

Soal rencana rujuk, Dasco beranalogi pihaknya tak pernah cerai dengan PKS. Dia mengatakan komunikasi di antara mereka masih sering dilakukan, terlebih keduanya merupakan sesama parpol di DPR.

"Ya kalau sebenarnya kita kan, kalau rujuk kan pernah cerai kalau kita kan nggak pernah cerai. Namanya parpol, kita semua berteman. Komunikasi masih juga sering dilakukan apalagi di DPR ini," kata dia.

Kemudian, wacana tersebut juga dikuatkan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Dia mengatakan PKS memang terbuka komunikasi dengan partai mana saja.

"Komunikasi intensif masih dengan NasDem dan Demokrat. Tapi partai lain seperti disampaikan Ustaz Syaikhu yang ingin berkomunikasi monggo saja," ucapnya.

Simak video 'Ada yang Duetkan Prabowo-Ganjar, Gerindra: Kalau PKB Tak Mau, Takkan Terjadi':

[Gambas:Video 20detik]

(maa/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT