Cak Imin Akan Duduk Berdua Prabowo Tentukan Capres Koalisi

ADVERTISEMENT

Cak Imin Akan Duduk Berdua Prabowo Tentukan Capres Koalisi

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 13:27 WIB
Cak Imin
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (Foto: PKB)
Jakarta -

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin akan duduk berdua dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menentukan capres koalisi. Cak Imin menyebut dirinya dan Prabowo sama-sama berkeinginan menjadi capres.

"Belum, kita akan duduk berdua karena sampai detik ini masing-masing maaih ngotot jadi capres," ujar Cak Imin kepada wartawan di Gedung DPP PKB Jl Raden Saleh Raya, Senen, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2022).

Ia belum bisa memutuskan target waktu untuk mendeklarasikan capres dan cawapres dari koalisi partai PKB- Gerindra.

"Moga-moga sampai akhir tahun. Karena sampai detik ini, kami (Prabowo-Cak Imin) sama-sama ingin jadi capres," ungkap Cak Imin.

Cak Imin juga menyebut penentuan capres dan cawapres dari koalisi ini juga masih menunggu komunikasi partai baru yang akan bergabung ke dalam koalisi Gerindra-PKB.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan partainya dan Partai Gerindra sepakat untuk menambah mitra koalisi. Menurutnya, dalam politik saling menggoda merupakan hal yang wajar.

"Soal PKS, kami dari PKB-Gerindra sepakat untuk menambah koalisi. Namanya saling menggoda ya, biasa. Kita juga digoda. Walaupun dalam (koalisi) KIR (Kebangkitan Indonesia Raya) kita juga ada dalam godaan," kata Jazilul di Hotel Santika Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (9/11).

Jazilul mengatakan tidak ada masalah dengan aksi saling goda tersebut. Menurutnya, calon yang memiliki peluang lebih besar menang, akan dipilih oleh parpol.

"Asal nanti di situ ada harapan untuk menang, dan itu menjadi satu-satunya godaan partai politik. Ada calon besar harapan untuk menang, maka itu yang akan menjadi pilihan dari partai politik dan itu menjadi godaan," ujarnya.

"Buat PKB yang sudah berulang kali ikut pilpres, biasanya akan melihat kemenangan itu di mana," sambungnya.

Lebih lanjut Jazilul mengatakan, jika PKS bergabung koalisi PKB-Gerindra, 'semut merah' kembali. Hal itu diungkapkan setelah dimintai tanggapan terkait batalnya deklarasi 'Koalisi Perubahan' yang digagas Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat, yang dilakukan pada 10 November besok.

"Ya ini, 'semut merah' plus Gerindra, dan tidak bisa dilihat begitu, namun sepertinya terasa gamang. Dan kegamangan tidak hanya dilihat dari kubu itu (koalisi Anies). KIB juga gamang. Oleh karenanya jangan sampai kita gamang," ujarnya.

(gbr/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT